4 TINGKATAN ILMU MAKRIFAT

Akhir-akhir ini kata-kata ” Makrifat” sering terdengar ditelinga kaum muslimin Indonesia, tingkatan ilmu ini seringkali dipahami dengan tingkatan ilmu yang paling tinggi. Lalu apasih sebenarnya makrifat itu ?. Syaikh Haji Ahmad Rifa’i memberikan penjelasan bahwa yang dimaksud dengan makrifat yaitu ” Pemandenge ati tan kesamaran Ing Alloh dzat wajibul wujud tinemune, luweh sempurno ora ono kekurangane, dipandeng kelawan nurulloh peparingane kang diselehaken ing dalem telenge atine, dadi hasil waspodo ati tiningalan, ing barang opo penggawe saking pangeran qodrat, irodat, ilmu tan nono liyanikulah pemandenge wong makrifat ingaranan.”

Artinya, Pandangan hati kepada Alloh wajibul wujud yang Maha sempurna lagi tiada cela, Dipandang dengan Nurulloh, cahaya pemberian Allah yang diletakkan dalam mata hati, sehingga hati menjadi waspada dan penuh kesadaran bahwa apapun perbuatan yang dilakukan merupakan perbuatan Allah dan tiada lain merupakan qudrat, irodat serta IlmuNya yang maha sempurna, itulah yang dinamakan pandangan orang ahli makrifat.

Jadi yang dimaksud dengan ilmu makrifat menurut Syaikh Ahmad Rifa’i adalah selalu melihat fenomena yang terjadi dialam raya ini serta apa yang terjadi pada dirinya merupakan wujud dari qudrat, irodat dan ilmu dari Allah swt. Dengan demikian yang dimaksud dengan orang yang arifun billah adalah orang yang senantiasa melihat Allah melalui bukti-bukti akan kekuasaan Allah yang tergambar dengan sangat jelas dari lubuk hatinya.

Melihat Allah dengan mata kepala adalah hal yang tidak mungkin dilakukan di dunia ini, akan tetapi melihatnya dengan mata hati dapat dilakukan oleh mereka para pencariNya dengan jalan memperhatikan makhluk ciptaanNya yang senantiasa menunjukkan eksistensi kholiqnya, itulah sebenarnya ilmu makrifat.

Sudahkah kita bermakrifat ? Jika sudah bersyukurlah kepada Allah atas nikmat yang diberikanNya, namun jikalau belum, perhatikanlah apa yang ada pada diri kita. Wa fil ardhi aayaatul lil muuqiniiin, wa fi anfusikum afalaa tubshiruun. ( Dan di bumi ada ayat bagi orang-orang yang yakin, dan juga didalam diri kalian, apakah kalian tidak memperhatikannya ? )

Ada 4 tingkatan ilmu makrifat, yaitu :

1. Ilmu Syariat Syara’a artinya jalan, dapat dimaksudkan sebagai hukum, metode. Syariat ini tertuang didalam hukum-hukum fikih yang harus dipahami dan dikerjakan sesuai dengan aturan-aturan yang ada. Tingkatan kesadaran: ada milikku, ada milikmu.

2. Ilmu Tarekat Thoraqo artinya jalan, perbedaannya dengan syara’a: kalau syara’a jalan di dalam kota, maka thoraqo jalan ke luar kota yang lebih panjang. Oleh sebab itu, maka tarekat disebut juga jalan untuk memahami hakekat. Orang yang menggunakan jalan ini disebut penganut tarekat, yang dipimpin oleh seorang guru tarekat. Mereka yang memasuki tarekat berkehendak untuk mendapatkan ridha Allah, dan disebut al-muridin atau salik atau orang yang menuntut ilmu suluk. Banyak sekali perkumpulan tarekat seperti Naqsabandiah, Qadiriah, Tijaniah, Sanusiah, dsb. Pengikut tarekat melakukan wirid-wirid tertentu yang dibimbing oleh guru tarekat. Tingkat kesadaran: milikku adalah milikmu dan milikmu adalah milikku.

3. Ilmu hakekat Haqqo artinya kebenaran. Wujud dari kebenaran yang dapat dilihat adalah kejujuran, keadilan cinta kasih. Pada tingkatan ini orang telah memahami makna ibadah yang dilakukan, misalnya “sholat mencegah kemunkaran”, makna berzakat, makna berpuasa, makna berhaji. Ilmu ini juga disebut ilmu batin. Kenapa pula ilmu ini juga dikatakan ilmu batin? Ini kerana roh atau hati memang tidak dapat dilihat oleh mata kepala. Ia adalah makhluk yang tersembunyi. Maka ilmu ini dinamakan ilmu batin kerana ia membahaskan tentang hati dan sifat-sifatnya yang memang tidak dapat dilihat dengan mata lahir tapi dapat dilihat oleh mata batin. Tingkat kesadaran: tidak ada milikku, tidak ada milikmu.

4. Ilmu makrifat Asal katanya arofa artinya tahu ; kenal pada Sang Pencipta. Batinnya sudah dekat dengan Allah. Semua gerakannya lillahitaala, dan janji Allah untuk membantu setiap aktivitas orang tersebut. Kata sebagian orang: “Ilmu ini sangat langka dan sakral. Tak sembarang orang bisa meraihnya, kecuali para wali yang telah sampai pada tingkatan ma’rifat.

Wallohu A’lam

16 komentar:

m amir muttakin mengatakan...

memang kajian yang tinggi .... ,,,
hehehehe...

i like this...

maulidatul-latifa mengatakan...

semoga bisa berbahagia dunia wal akhirat dengan ilmu Makrifat... amiinn

Lili Xander mengatakan...

bagi para pembaca blog ini selamat belajar semoga bermanfaat

Lili Xander mengatakan...

assalamualaikum wr wb, punten kang bade ngiringan bingah margi kuayana blog ieu abdi sapertos pendak deui saren guru abdi anu parantos ngantunkeu,kanggo para pangsuh blog ieu mugi ulah bosen sareng tiasa neraskeun kana pelajaran patauhidannana hatur nuhun diantos pelajaran anu
saterasna wassalamualaikum wr wb.

sams mengatakan...

Assalaamu'alaikum wr.wb
Apabila saudara ingin belajar ilmu haqiqat,ma'rifat silahkan silaturohim ke PP. Baiturrohmah. Jl. Ciliwung 61 Malang. Nanti saudara akan dibimbing oleh Sang Guru Haq.
Wasalaamu alaikum wr.wb

Rahman Gomen mengatakan...

smoga AllAH menambahkan Ilmu orang'' yg membagikan Ilmu kebenaran, amin..

Suhartono Tono mengatakan...

ilmu ma'rifat bisa di pelajari oleh siapapun dengan di bantu oleh sang guru ma'rfat...selamat mencari guru ma'rifat

ferdy irawan mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
david patrick star mengatakan...

Semoga pancarinya mendapat hak nya. Amiin

Sabriani Bade mengatakan...

sesungguhnya.. ilmu marifat tidakhanya sekedar dekat.. saja dengan Allah.. namun benar benar seharusnya manunggaling.. bersenyawa sehingga diri tak mampu lagi melihat dirinya karena fananya terhadap sang khaliq.
saat Allah mencintai orang orang yang takut padaNya . itu bukan berarti takut terhadap neraka ataupun hukuman Allah. tapi Takut yang di maksud adalah Takut BERPISAH denganAllah..

HITO TERAPI mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HITO TERAPI mengatakan...

Makrifat,,,,,,, Oow'
Dekat,,, Akrab,,, Manunggal,,, Menyatu,,, Lebur,,,, Fana,,,, ???
Ah! yang buwener,,,,,,,,,,?!

andi dagan mengatakan...

manunggaling kawulaning gusti siapa yg menenal drinya psti dia tahu akn tuhannya.....

Abdul Siddik mengatakan...

Insyaallah

Zamroni Pabean mengatakan...

sedikit komen mas bro 4TINGKATAN ILMU MAKRIFAT sama sekali makrifat itu bukan ilmu atau sesuatu yang bisa di pelajari secara teori antara SYARIAT,THORIQOH,HAKIKATdanMAKRIFAT ADALAH proses manusia untuk mencapai CINTA dari sang pencipta alam.1.SYARIAT:aturan hidup manusia dengan tuhannya dan sesama mahluk ciptaaNYA.BILA DI JABARKAN LAGI AKAN SANGAT BANYAK tulisan dan waktu.2.THORIQOH;jalan untuk continu atau melanggengkan/dawam dalam menjalankan syariat tentunya dengan bimbingan seorang MURSYID/guru thoriqoh karena di dalam thoriqoh akan di bahas semua hal dalam aspek kehidupan.3.HAKIKAT adalah hasil yang bisa kita rasakan,setelah melalui proses di atas tentunya di butuhkan waktu lama sampai 10 tahun sedangkan MAKRIFAT sudah bukan urusan kita karena makrifat adalah bahasa cinta di dalam hati mahluk kepada tuhannya.karena makrifat ada 40 maqom atau tingkatan 1.makrifatul linnafsi:mengetahui /mengenal tentang hakikat diri kita sendiri....dan yang ke.40 makrifatulloh=urusan mahluk yg mendapat anugrah dgn tuhannya.

Moko Aja mengatakan...

cuma masukan aja dr orang yg lg blajar

seingat saya berdasar dari hadits Nabi Muhammad saw dari Sayyidina Umar r.a. dalam islam ada 3 rukun utama;
1. Rukun Iman
2. Rukun islam
3. Rukun ihsan

penjelasan ringkasnya ;

1. Rukun Iman = ilmunya tauhid thoriqohnya ma'rifat yg memahaminya adalah 'Ariif Billah

2. Rukun islam = ilmunya fiqih thoriqohnya syari'at yg mendalaminya disebut Faqiih

3. Rukun ihsan = ilmunya Zuhud dan tasawwuf yg mengumpulkan dari dua rukun sebelumnya, thoriqohnya Haqiqat (berdasar dengan kedua thoriqoh yg sebelumnya, dan melengkapinya dangan akhlaq dan adab yg ihsan) dan yg memahaminya adalah Sufi

thoriqoh sendiri artinya cara, jalan

adab yg sendiri artinya keindahan atau sesuatu yg menjadikan indah, dan adab secara umum terbagi 3; 1. adab terhadap diri sendiri 2. adab terhadap orang lain dan lingkungan 3. yg utama adab kepada Allah swt Sang pencipta

pengertian tarekat menurut saya sendiri adalah cara seorang mursyid dalam usaha membimbing seorang yg berusaha mendekatkan diri kepada Sang Kholiq dengan tata cara dan perilaku yg berdasar dari Al-Qur_an dan hadits dan atas pengalaman dirinya maupun atas petunjuk gurunya sendiri, maka orang yg mengamalkan tarekat harus dengan bimbingan seorang mursyid, tanpa mursyid maka bisa jadi gurunya adalah hawa nafsunya sendiri

demikian pendapat orang yg masih bodoh ini, mohon maaf atas sgala ksalahan

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews