Punya Aji Pancasona, Makamnya Digantung

 


aji pancasona
aji pancasona
Semasa hidupnya, orang yang dimakamkan ditempat ini dikenal sebagai tokoh sufi. Pasalnya, tokoh ini menguasai ilmu langka yang bernama Aji Pancasona. Yakni sebuah ilmu yang dapat hidup kembali ketika mati. Dengan catatan, asal menyentuh tanah. Karena itu, agar tidak hidup kembali, saat meninggal, kemudian makamnya digantung.
Di jalan Melati, Blitar, Jawa Timur, ada sebuah makam tua yang lebih dikenal dengan nama makam Gantung. Predikat yang melekat pada makam tua ini, sangat singkron dengan kondisi makam tersebut.
Pasalnya, makam ini memang dalam posisi tidak menyentuh tanah. Karena itu, masyarakat Blitar menyebutnya dengan nama, Makam Gantung. Keunikannya, tak sedikit para penjiarah yang datang ke makam Bung Karno, menyempatkan diri berjiarah ke makam gantung.
Selain mendoakan tokoh sakti yang makamnya tidak menyentuh tanah ini, mereka sengaja ingin menyaksikan keunikan dari makam itu. Apalagi, jarak makam Bung Karno dengan makam gantung, hanya terpaut sekitar satu kilometer.
Eyang Joyodigo, inilah nama tokoh sakti yang makamnya dibuat ditidak menyentuh tanah. Menurut penuturan juru kunci makam gantung, Biran, 74 tahun, semasa hidupnya, Eyang Joyodigo dikenal sebagai satu-satunya tokoh pada zamannya yang memiliki ilmu Aji Pancasona.
Yakni, ajian yang ketika mati dapat hidup kembali asal jasadnya menyentuh tanah. Karena itu, ketika tokoh ini meninggal diusia senja, kemudian makamnya dibuat tidak menyentuh tanah. Jasadnya dimasukan kedalam peti besi, kemdian disangga dengan empat penyangga yang juga terbuat dari besi.
Karena makamnya tidak menyentuh tanah, walau jasadnya disangga dalam peti besi, masyarakat setempat menyebutnya dengan nama makam gantung. Sedangkan dibawah serta di kiri-kanannya, dimakamkan para keluarga Eyang Joyodigo.
Masih menurut penuturan juru kunci, dalam epos Ramayana, saat itu hanya satu yang memiliki Aji Pancasona. Yakni saudara kembar Sugriwo yang bernama Subali. Keduanya, berasal dari bangs kera.
Namun, karena rayuan Rahwana, kemudian ilmu Aji Pancasona jatuh ke tangah raja dari Ngalengka in. Lalu bagaimana Aji Pancasona bisa dikuasai oleh Eyang Joyodigo?
Menurutnya lagi, semasa hidup, tokoh ini dikenal suka laku tirakat. Berbagai macam ilmu telah dikuasai. Termasuk Aji Pancasona. Bahkan gurunya, tak hanya dari bangsa manusia saja. Tapi ada juga yang berasal dari bangsa lelembut.
Tak heran, jika Eyang Joyodigo bisa menguasai ilmu Aji Pancasona yang pemilik aslinya, tinggal cerita.
“Beliau semasa hidupnya, berguru sosok gaib pemilik pertama Aji Pancasona,” terang juru kunci yang juga mantan tentara PETA.
Lalu siapa sebenarnya Eyang Joyodigo? Sebagaimana yang dituturkan Boiran kepada Misteri, tokoh ini dulunya sahabat dekat Pangeran Diponegoro. Tak hanya sahabat juga, karena Joyodigo juga trah darah biru dari Mataram.
Dan pada tahun 1825, timbul perselisihan antara Belanda dengan Pangeran Diponegoro. Penyebabnya, pihak keraton bagi Diponegoro, terlalu merendahkan martabatnya. Keraton Yogyakarta, seakan-akan berdiri hanya karena kemurahan hati Belanda.
Tak hanya itu, yang membuat darah Diponegoro mendidih. Saat itu, kekuasaan raja-raja ditanah Jawa terus dipersempit. Ada lagi, kekuasaan raja disamakan dengan kedudukan pengawai tinggi pemerintahan Kolonial. Bahkan, pemerintah kolonial terlalu jauh mencampuri urusan keraton dengan cara ikut campur dalam hal pergantian raja.
Lebih menyakitkan lagi bagi Diponegoro, pihak Belanda memungut pajak jalan, ternak, rumah serta hasil bumi kepada rakyat jelata. Karena itu, ketika kompeni membuat tanda tapal batas untuk jalan yang melewati tanah leluhurnya, tanda tapal batas itu langsung dicabut.
Dengan begitu, api peperangan telah tersulut. Selama dalam masa peperangan yang berlangsung lima tahun (1825-1830), salah satu pengikut pangeran Diponegoro yang setia yakni, Joyodigo. Bersama Diponegoro, Joyodigo terus melakukan perlawanan kepada Belanda.
Tak hanya sekali, tokoh sakti ini tertangkap dan dieksekusi mati oleh Belanda. Namun, karena mempunyai Aji Pancasona, begitu jasadnya dibuang oleh Belanda, Joyodigo hidup lagi tanpa sepengetahuan kompeni.
Hingga pada akhirnya, di tahun 1830, Pangeran Diponegoro ditangkap karena siasat licik pihak kompeni. Namun walau Pangeran Diponegoro telah diasingkan ke Makasar setelah tertangkap, bukan berarti darah pejuang Joyodigo padam.
Walau saat pecah perang Pangeran Diponegoro, usianya masih menginjak sekitar 30-an. Ia terus melakukan perang gerilya bersama pengikut Pangeran Diponegoro yang lain. Namun, karena saat itu wilayah Yogyakarta terlalu banyak penjagaan oleh kompeni, Joyodigo memilih perang gerilya menuju arah timur.
Singkat kata, dalam perjalanannya ke arah timur, setiap pos Belanda yang lengah, pasti diserang. Hingga pada akhirnya, sampailah Joyodigyo di wilayah Blitar. Di kota ini, tanpa sepengetahuan pihak penguasa Blitar saat itu, Joyodigo terus melakukan perlawanan terhadap Belanda.

Sudah Bersediakah Anda Ketika Dipanggil Pulang Oleh Allah SWT?

image

Bersihkanlah dirimu sebelum kamu dimandikan!
Berwudhu'lah kamu sebelum kamu diwudhu'kan!
Bersolatlah kamu sebelum kamu disolatkan!
Tutuplah rambutmu sebelum rambutmu ditutupkan!
Dengan kain kafan yang serba putih!
Pada waktu itu tidak guna lagi bersedih....
Walaupun orang yang hadir itu merintih....
Selepas itu kamu akan diletakan di atas lantai....
Lalu dilaksanakanlah solat Jenazah
Dengan empat kali takbir dan satu salam
Berserta Fatihah, Selawat dan doa....
Sebagai memenuhi tuntutan Fardhu Kifayah
Tapi apakah empat kali takbir itu dapat menebus....
Segala dosa meninggalkan solat sepanjang hidup?
Apakah solat Jenazah yang tanpa rukuk dan sujud....
Dapat membayar hutang rukuk dan sujudmu yang telah luput?
Sungguh tertipulah dirimu jika beranggapan demikian....
Justeru ku menyeru sekelian Muslimin dan Muslimat....
Usunglah dirimu ke tikar Solat....
Sebelum kamu diusung ke liang lahad....
Menjadi makanan cacing dan mamahan ulat!
Iringilah dirimu ke masjid....
Sebelum kamu diiringi ke Pusara!
Tangisilah dosa-dosamu di dunia....
Kerana tangisan tidak berguna lagi di alam baqa'!
Sucikanlah dirimu sebelum kamu disucikan!
Sedarlah kamu sebelum kamu disedarkan.. ..
Dengan panggilan 'Izrail yang menakutkan!
Berimanlah kamu sebelum kamu ditalkinkan!
Kerana ianya berguna untuk yang tinggal....
Bukan yang pergi!
Beristighfarlah kamu sebelum kamu diistighfarkan!
Namun ketika itu istighfar tidak menyelamatkan!
Ingatlah di mana saja kamu berada.....
Kamu tetap memijak bumi Tuhan!
Dan dibumbungi dengan langit Tuhan!
Serta menikmati rezeki Tuhan!
Justeru bila Dia menyeru,....
Sambutlah seruan-Nya Sebelum Dia....
memanggilmu buat kali yang terakhirnya!
Ingatlah kamu dahulu hanya....
setitis air mani yang tidak berarti!
Lalu menjadi segumpal darah!
Lalu menjadi seketul daging!
Lalu daging itu membaluti tulang!
Lalu jadilah kamu insan yang mempunyai erti....
Ingatlah asal usulmu yang tidak bernilai itu....
Yang kalau jatuh ke tanah Ayam tak patuk itik tak sudu!
Tapi Allah mengangkatmu ke suatu mercu....
Yang lebih agung dari malaikat!
Lahirmu bukan untuk dunia....
Tapi gunakanlah ia buat melayar bahtera akhirat!
Sambutlah seruan 'Hayya 'alas Solaah'....
Dengan penuh rela dan bersedia!
Sambutlah seruan 'Hayya 'alal Falaah'..
Jalan kemenangan akhirat dan dunia!
Ingatlah yang kekal ialah amal....
Menjadi bekal sepanjang jalan!
Menjadi teman di perjalanan. ..
Guna kembali ke pangkuan Tuhan!
Pada hari itu tiada berguna.
Harta, tahta dan putera....
Isteri, credit card dan kereta....
condominium, saham dan niaga....
Kalau dahi tak mencium sejadah di dunia!!!

9 Pedang Milik Nabi Muhammad SAW

 

Ini adalah pedang-pedang yang pernah dipakai oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya untuk berdakwah, jumlah total pedang yang pernah digunakan ada 9 buah.

1. Al Ma’thur


Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami,
Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).

Juga dikenal sebagai ‘Ma’thur Al-Fijar’ adalah pedang yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW sebelum dia menerima wahyu yang pertama di Mekah. Pedang ini diberi oleh ayahnya, dan dibawa waktu hijrah dari Mekah ke Medinah sampai akhirnya diberikan bersama-sama dengan peralatan perang lain kepada Ali bin Abi Thalib.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 99 cm. Pegangannya terbuat dari emas dengan bentuk berupa 2 ular dengan berlapiskan emeralds dan pirus. Dekat dengan pegangan itu terdapat Kufic ukiran tulisan Arab berbunyi: ‘Abdallah bin Abd al-Mutalib’.

2. Al 'Adb


Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).

Al-’Adb, nama pedang ini, berarti “memotong” atau “tajam.” Pedang ini dikirim ke para sahabat Nabi Muhammad SAW sesaat sebelum Perang Badar. Dia menggunakan pedang ini di Perang Uhud dan pengikut-pengikutnnya menggunakan pedang ini untuk menunjukkan kesetiaan kepada Nabi Muhammad SAW. Sekarang pedang ini berada di masjid Husain di Kairo Mesir.


3. Dhu Al Faqar


Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).

Dhu Al Faqar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan pada waktu perang Badr. Dan dilaporkan bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan pedang ini kepada Ali bin Abi Thalib, yang kemudian Ali mengembalikannya ketika Perang Uhud dengan bersimbah darah dari tangan dan bahunya, dengan membawa Dhu Al Faqar di tangannya.

Banyak sumber mengatakan bahwa pedang ini milik Ali Bin Abi Thalib dan keluarga. Berbentuk blade dengan dua mata.

4. Al Battar


Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).

Al Battar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Pedang ini disebut sebagai ‘Pedangnya para nabi‘, dan di dalam pedang ini terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi :

‘Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Musa AS, Nabi Harun AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS, Nabi Isa AS, Nabi Muhammad SAW’.

Gambar ukiran nama-nama para nabi di dalamnya :

Di dalamnya juga terdapat gambar Nabi Daud AS ketika memotong kepala dari Goliath, orang yang memiliki pedang ini pada awalnya. Di pedang ini juga terdapat tulisan yang diidentifikasi sebagai tulisan Nabataean.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 101 cm. Dikabarkan bahwa ini adalah pedang yang akan digunakan Nabi Isa AS kelak ketika dia turun ke bumi kembali untuk mengalahkan Dajjal.

5. Hatf


Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami,
Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992)

Hatf adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Dikisahkan bahwa Nabi Daud AS mengambil pedang ‘Al Battar’ dari Goliath sebagai rampasan ketika dia mengalahkan Goliath tersebut pada saat umurnya 20 tahun.

Allah SWT memberi kemampuan kepada Nabi Daud AS untuk ‘bekerja’ dengan besi, membuat baju baja, senjata dan alat perang, dan dia juga membuat senjatanya sendiri. Dan Hatf adalah salah satu buatannya, menyerupai Al Battar tetapi lebih besar dari itu.

Dia menggunakan pedang ini yang kemudian disimpan oleh suku Levita (suku yang menyimpan senjata-senjata barang Israel) dan akhirnya sampai ke tangan Nabi Muhammad SAW. Sekarang pedang ini berada di Musemum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade, dengan panjang 112 cm dan lebar 8 cm.

6. Al Mikhdham


Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami,
Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).

Ada yang mengabarkan bahwa pedang ini berasal dari Nabi Muhammad SAW yang kemudian diberikan kepada Ali bin Abi Thalib dan diteruskan ke anak-anaknya Ali. Tapi ada kabar lain bahwa pedang ini berasal dari Ali bin Abi Thalib sebagai hasil rampasan pada serangan yang dia pimpin di Syria.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 97 cm, dan mempunyai ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Zayn al-Din al-Abidin’.

7. Al Rasub


Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami,
Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).

Ada yang mengatakan bahwa pedang ini dijaga di rumah Nabi Muhammad SAW oleh keluarga dan sanak saudaranya seperti layaknya bahtera (Ark) yang disimpan oleh bangsa Israel.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 140 cm, mempunyai bulatan emas yang didalamnya terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Ja’far al-Sadiq’.

8. Al Qadib


Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami,
Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).

Al-Qadib berbentuk blade tipis sehingga bisa dikatakan mirip dengan tongkat. Ini adalah pedang untuk pertahanan ketika bepergian, tetapi tidak digunakan untuk peperangan.

Ditulis di samping pedang berupa ukiran perak yang berbunyi syahadat:

“Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad Rasul Allah – Muhammad bin Abdallah bin Abd al-Mutalib.”

Tidak ada indikasi dalam sumber sejarah bahwa pedang ini telah digunakan dalam peperangan. Pedang ini berada di rumah Nabi Muhammad SAW dan kemudian hanya digunakan oleh khalifah Fatimid.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Panjangnya adalah 100 cm dan memiliki sarung berupa kulit hewan yang dicelup.

9. Qal’a


Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami,
Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).

Pedang ini dikenal sebagai “Qal’i” atau “Qul’ay.” Nama yang mungkin berhubungan dengan tempat di Syria atau tempat di dekat India Cina. Ulama negara lain bahwa kata “qal’i” merujuk kepada “timah” atau “timah putih” yang di tambang berbagai lokasi.

Pedang ini adalah salah satu dari tiga pedang Nabi Muhammad SAW yang diperoleh sebagai rampasan dari Bani Qaynaqa. Ada juga yang melaporkan bahwa kakek Nabi Muhammad SAW menemukan pedang ini ketika dia menemukan air Zamzam di Mekah.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 100 cm. Didalamnya terdapat ukiran bahasa Arab berbunyi: “Ini adalah pedang mulia dari rumah Nabi Muhammad SAW, Rasul Allah.”

Pedang ini berbeda dari yang lain karena pedang ini mempunyai desain berbentuk gelombang.

Mustika Ular

 


mustika ular
Suku Dayak Benuag dan Tunjung meyakini betapa mereka berasal dari leluhur yang dikenal dengan sebutan Tamerikukng — karena keturunannya melakukan suatu kesalahan, akhirnya, mereka pun berubah ujud dan tersebar di beberapa tempat di seantero Pulau Borneo. Dan mereka inilah yang sering disebut sebagai “Roh” atau makhluk halus yang memiliki tugas serta fungsi masing-masing dan mukim di seluruh alam, seperti di langit, bumi, air dan sebagainya.
Walau hidup di alam yang tak kasat mata, namun, mereka memiliki kebutuhan yang sebagian besar sama dengan yang dibutuhkan manusia pada umumnya. Dalam kepercayaan lama inilah, sejatinya, hubungan dua alam yang bersanding dan hanya terpisahkan oleh kabut misteri terjalin dengan erat — dan keadaan itu hanya terasakan oleh manusia yang masih alami, atau manusia yang masih memanusiakan manusia dan masih menghargai alam semesta. Dan tak dapat dipungkiri, pengejawantahan dari sikap menghargai itulah yang dapat membuka tabir dimensi misteri tersebut yang oleh sebagian besar masyarakat Dayak diyakini sebagai Dunia Ilmu Magis.
Masyarakat Dayak meyakini, wujud ketaatan dan kesetiaan mereka terhadap “roh” akan mendapatkan berkah dan imbalan dalam berbagai bentuk. Sebaliknya, ketidaktaatan akan membawa mereka ke jurang kehancuran. Oleh karena itu, mereka selalu berusaha untuk bisa berkomunikasi dengan “roh-roh” tersebut lewat cara-cara yang seringkali tidak bisa diterima dengan akal sehat.
Menurut pakar kebudayaan Tanah Borneo, Dalmasius Madrah T, pada dasarnya, ilmu magis dibagi menjadi dua bagian; Yakni; Ilmu Magis Panas; ilmu yang dipakai atau dapat mencelakakan orang yang disukai. Contoh dari ilmu ini adalah rasutn dan bongkaaq eqaau yang sangat mematikan. Sedang yang tidak membahayakan namun digolongkan dalam ilmu magis panas adalah ilmu kebal. Sementara, Ilmu Magis Dingin; ilmu yang berfungsi untuk mengantisipasi, menangkal, dan mengobati ilmu magis yang dipasang atau dikirim oleh pihak lawan. Bahkan, bisa juga digunakan untuk pengobatan penyakit madis.
Seperti biasa, bagi seseorang yang berniat mendapatkan ilmu tersebut di atas, maka, ia harus mencari sumber (guru-pen) yang tepat atau yang sesuai dengan keinginannya. Yang paling menarik adalah, walau berbagai kajian ilmiah telah dilakukan dan banyak bukti nyata di dalam hidup dan kehidupan sehari-hari, tetapi, konsep magis yang memang sulit untuk diterima dengan akal sehat itu tetap saja tak bisa terungkap dengan sejelas-jelasnya.
Selain dari mencari sumber (guru-pen), ada pula yang ingin mendapatkan ilmu magis dengan cara “betapa” (bertapa-pen) sebagaimana yang dilakukan oleh leluhur Bung Dani-i-Dani yang mendapatkan warisan berupa batu berbentuk mirip telur yang terlilit oleh seekor ular. Dan sampai sekarang mereka meyakini, inilah yang disebut sebagai mustika ular.
Bermula, ketika itu, daerah Tumbang Samba terserang oleh wabah penyakit yang mematikan. Tak ada yang mereka bisa lakukan di desa yang demikian terpencil itu kecuali hanya berharap dan berdoa — keadaan inilah yang membuat kakek Bung Dani bertekad untuk betapa (bertapa-pen) di Sungai Kahayan untuk mendapatkan pencerahan guna mengatasi penyakit yang kian hari kian merajalela itu.
Pada saatnya, sang kakek pun berendam di Sungai Kahayan. Waktu terus berlalu hingga suatu hari, ia ia ditemui oleh penguasa Sungai Kahayan yang mengaku bernama Datu Amin Kelaru. Dan dari pertemuan dua makhluk yang berbeda alam itulah, ia pun mendapatkan sebuah batu mirip telur yang dililit oleh seekor ular. Singkat kata, dengan daya magis batu tersebut, akhirnya, sang kakek pun berhasil menyembuhkan masyarakat di desanya yang terkena penyakit aneh tersebut.
Meski mustika ular itu didapat dengan jalan betapa (bertapa-pen), tetapi, benda yang oleh suku dayak diyakini memiliki kekuatan atau kesaktian itu pada waktu-waktu tertentu biasa meminta imbalan berupa makanan dan minuman sebagaimana yang kita kenal dengan sebutan sesaji.
Sudah barang tentu, silang pendapat akan hal tersebut di atas selalu terjadi di tengah-tengah masyarakat. Namun, masyarakat suku Dayak melakukan hal tersebut sebagai (meminjam istilah Khanjeng Joko-pen) “tali asih” antara sesama makhluk ciptaan Tuhan. Sayangnya, dalam kehidupan sehari-hari, hal tersebut kadang berkebalikan. Seharusnya manusia yang diciptakan lebih sempurna ketimbang makhluk lain diptaanNya itu memberi “sesaji” sebagai sedekah bagi mahkluk yang lebi rendah — bukan sebaliknya.
Setelah sang kakek meninggalkan dunia nan fana ini, akhirnya, mustika ular tersebut diwariskan kepada cucunya, Bung Dani-i-Dani. Pemuda inilah yang akhirnya menjadi penerus sang kakek dalam memberikan pelayanan pengobatan baik medis maupun non medis di daerahnya. Tumbang Samba.
Sampai sekarang, tiap malam Jumat, Bung Dani-i-Dani selalu memberikan sesaji berupa bunga 3 atau 7 macam — dan salah satu di antaranya harus bunga melati, serta kopi manis dan kopi pahit masing-masing segelas, sementara, mustika ular itu diletakan di sebuah piring yang sebelumnya telah ditaburi dengan segenggam beras.
Kini, ditangan Dani-i-Dani, mustika ular yang berdaya gaib tinggi itu berhasil dioptimalkan untuk  berbagai hal. Selain pengobatan, mustika ular ini berhasil juga mendongkrak nilai guna dalam hal ekonomi. Di antaranya, penglarisan dagang, memperlancar usaha dan keperluan pagar gaib yang dikenal dengan sebutan kamaat (penjaga gaib yang setia). Yang terakhir ini memang dapat diperoleh dengan cara nemaai (diperoleh dengan pembayaran dan tata cara tertentu). Singkat kata, untuk membeli kamaat bukanlah suatu pekerjaan yang mudah — karena diperlukan kesungguhan, selain harus berhasil meyakinkan si pemilik kamaat agar mau berbagi. Pada dasarnya, kamaat bukan barang dagangan, hanya saja, bagi yang serius ingin mendapatkannya harus mau berbagi.
Demikian sekelumit legenda, tetapi nyata, dan sampai tulisan ini diturunkan masih bisa ditemui di Desa Tumbang Samba.

BUNTAT/GELIGA LIPAN (bukan Mustika Lipan)

image
Terjadi dari prose pengerasan air liur seseekor lipan, tetapi bukan semua lipan bisa membentuk buntat kecuali raja lipan saja. Pengerasan air liur ini terjadi di dua bagian ia itu atas kepala dan bawah dagu lipan. Andai kata pembentukan berlaku di atas kepala ianya dikenali sebagai Mahkota/Mustika Lipan dan berbentuk bulatan, manakala jika terbentuk di bawah dagu, maka ianya dikenali sebagai Buntat Lipan. Ianya berbentuk bulat atau lonjong lebih kurang sebesar biji kacan hijau.
Kalau banyak orang mengatakan buntat lipan ini tembus panda , maka orang - orang tersebut salah pengertian dan tdk tahu barang yang asli... karena ini hanya media pemberi isyarat saja pada diri kita, perasaan kita lebih peka dalam hal insting....
contoh situasi : pada saat anda melakukan judi dadu, maka anda di dalam hati akan menebak angka 5,.. jika tebakan anda benar tidak lain tidak bukan dadu yang akan keluar itu angka 5,.....
Tapi saya tidak menyarankan Judi karna Dilarang AGAMA, Jadi Untuk menambah Kepekaan dalam diri sendiri dalam Hal lain seperti Bisnis dan lain2.
Khasiat Fungsinya Yang Telah Dicek Oleh Sesepuh Di Forum Supranatural KAS***
-pelaris,tuah,penawar bisa,perlindungan/kekebalan Dan penyembuhan..!!


Dan Saya Mohon Maaf,Karna terlalu Banyak pertanyaan yang Saya Dapat Tentang tembus pandang....Saya Coba mengutip(mengambil Info) Dari Seorang di malaysia yang Juga memiliki Geliga Lipan ini....
KUTIPAN YANG SAYA AMBIL:
"Uniknya geliga lipan ini ianya boleh bertambah/beranak bilangannya.Juga mampu bergerak dari tempat simpananya dan ianya bergerak sepasang seolah-olah sedang mengawan!!Wallahualam..Ianya tidak boleh `TEMBUS PANDANG`!!!Harap Maklum.Maharnya mencecah ribuan ringgit untuk sepasang!!Jika berhajat untuk memiliki semuanya yang berjumlah lebih dari 21 butir,pastikan anda bersedia dengan maharnya yang mencecah ratusan ribu ringgit!!Terbuka untuk golongan VIP/VVIP untuk pindah milik.Khasiat pelbagai merangkumi pendinding,pelaris,tuah dan penawar bisa!!Mereka yang benar-benar serius sahaja dialu-alukan untuk bercakap dengan saya.SMS Sama Sekali Tidak Akan Di Layan!!Terbuka untuk pelbagai bangsa dan agama.
Saya telah dihujani panggilan juga sms dari pelbagai bangsa di Malaysia juga dari luar negara menanyakan tentang GELIGA LIPAN ini.Tidak kurang juga yang telah membeli dan berpuashati dengan khasiatnya WALAUPUN tidak mampu lagi menembus pandang!!Ingin saya nyatakan disini bahawa geliga yang mampu tembus pandang TIDAK akan dapat dipindah milik dengan kadar tidak munasabah dengan keindahannya!!Saya sertakan gambarnya BESERTA PENJAGANYA sekali sekadar untuk tatapan/pengalaman/juga mengingati kebesaran ALLAH SWT!"
**BOSAN DENGAN MEREKA YANG TAK HABIS-HABIS MENCARI YANG TEMBUS PANDANG DINDINGLAH DAN KOTAK ROKOK!!!
INI KENYATAANYA : KALAU ADA SEBUTIR SEKALIPUN,DAH TERLALU KAYA KE HARGA BERJUTA-JUTA RINGGIT?!
"CIK ZAM,GELIGA LIPAN TEMBUS PANDANG ADA TAK?SAYA NAK BELI!!" EWAH-EWAH..HEK ELEH..
TANYA MACAM NAK BELI ROKOK KAT KEDAI!!
PENJELASAN DARI SAYA : SAYA JUAL YANG BIASA YAKNI BERKHADAM!!DENGAN IZIN ALLAH TAK MUSTAHIL IA BOLEH TEMBUS PANDANG SATU HARI NANTI ATAU ADA BIJAK PANDAI YANG BOLEH ISI ENERGI TEMBUS PANDANG PADA GELIGA LIPAN!!NAMUN IA BUKAN BIDANG SAYA!!!
HAKIKATNYA HANYA YANG TERPILIH DAN JUJUR SAJA BOLEH DAPAT KHASYAF ITU WALAUPUN CUBA DITEBUS DENGAN WANG RINGGIT GERENTI TAK MENJADI!!
KALAU SEMUA YANG SAYA JUAL INI BOLEH TEMBUS PANDANG HABISLAH MALAYSIA NI NANTI DENGAN MAKSIAT MATA!!
Kutipan info Diambil Dari :
BAPAK ZAM - MALAYSIA
PEMILIK KOLEKTOR BENDA BERTUAH DAN ANTIK MALAYSIA

Keramat Bukit Ngonang di Desa Sukomoro

 

BUKIT-NGONANG
BUKIT-NGONANG
Syahdan, dahulu kala ada sebuah kerjaan yang berdiri megah di wilayah Palembang sekarang ini. Kerajaan yang tidak disebutkan namanya ini suatu ketika diserang oleh karajaan dari pulau Jawa. Akibat penyerangan yang hebat dan sangat mendadak tersebut, maka kerjaan yang megah itu pun hancur, rata dengan tanah.
Dikisahkan pula, bahwa di saat-saat akhir sebelum kerejaaan ini jatuh ke tangan para penyerang, sang Raja yang berkuasa dengan arig meminta kepada ke tiga anaknya agar segera pergi meninggalkan istana. Ketiga anak sang Raja itu masing-masing adalah: Pangeran Ngondang, Pangeran Ngonang, dan yang bungsu seorang dara yang cantik jelita bernama Ngunti Komala Sari.
Kepada ketiga darah dagingnya, raja meminta agar sebelum kerjaannya jatuh ke tangan prajurit musuh, mereka harus bergegas pergi dengan membawa harta secukupnya untuk bekal di perjalanan nanti.
“Ingatlah anak-anakku! Janganlah kalian berhenti sebelum kapal yang kalian kemudikan berhenti dengan sendirinya. Bila kapal itu telah berhenti sendiri, maka di situlah tempat kalian memulai kehidupan baru!” Kita-kita, begitulah pesan terakhir sang Raja kepada ketiga anaknya.
Setelah menerima pesan terakhir, dan dengan membawa bekal harta secukupnya, berangkatlah ketiga anak Raja itu meninggalkan istana yang telah rata dengan tanah. Meraka pun harus menempuh perjalanan yang sangat panjang, hingga akhirnya berhentilah kapal yang meraka layarkan di sebuah daerah di Sungai Rawas, karena kapal mereka tersangkut di sebuah batu cadas.
Daerah tempat berhentinya kapal tersebut kini dikenal sebagai Desa Sukomoro. Sedangkan batu cadas tempat kapal mereka tersangkut kini masih tetap ada.
Setelah kapal mereka kandas di deareh tersebut, maka mereka bertiga pun memulai kehidupan baru dengan memiliki bidang pekerjaan masing-masing. Ngondang, saudara tua selalu betapa atau bersemedi diatas batu pinggir sungai. Sedangkan Ngonang suka berburu rusa, sementara adik mereka, Ngunti, suka menenun kain songket.
Berdasarkan cerita dari nenek moyang Desa Sukomoro yang dituturkan secara turun temurun, Ngunti Komala Sari tidak hanya cantik jelita. Sang putri ini juga memiliki rambut yang sangat indah, yang panjangnya sampai ke tumit kakinya, dan hitam mengkilap warnanya.
Hari demi hari ketiga bersaudara itu sibuk menjalankan aktifitasnya masing-masing. Sementara, sebuah peristiwa terjadi pada diri Pangeran Ngoang. Pada suatu ketika, di saat sedang asyik berburu di tengah hutan di pinggir sungai Batang Hari, Jambi, Pengeran Ngonang melihat ada putrid raja yang sedang mandi.
Alangkah cantik putrid raja itu. Karenanya, timbulah hasrat Pangeran Ngonang untuk meminang putri tersebut sebagai istrinya. Namun apa hendak di kata. Pangeran Ngonang harus menyadari status dirinya. Dia tidak ada ubahnya seperti rakyat biasa yang tak punya apa-apa, karena dia kini adalah pangeran yang tengah hidup terbuang di tempat persembunyian.
Namun, hasrat Pangeran Ngonang tak dapat diredam lagi. Dengan tekad yang bulat dia berjanji akan tetap berusaha meminang putrid Raja tersebut, dan kelak akan dia jadikan sebagai istrinya.
Untuk mewujudkan hasratnya ini, satu-satunya jalan adalah dengan meminta keajaiban dari Yang Maha Kuasa. Maka karena itu, mulai Pangeran Ngonang bertapa, seraya memohon pada Sang Maha Pencipta agar bisa memberinya jalan yang terbaik untuk meminang putri dambaan hatinya.
Setelah genap 40 hari bertapa tanpa makan dan minum, di hari terakhir datanglah seorang kakek. Sang kakek kemudian memberinya selembar kain songket yang berwarna hitam. Si kakek menyuruh Pangeran Ngonang untuk menyerahkan songket itu kepada putrid dambaan hatinya, sebagai mahar perkawinan mereka.
“Disaat tangan sang putri menyentuh kain songket ini, maka dia akan jatuh cinta setengah mati kepadamu, Pengeran. Karena itu kau harus berusaha untuk bisa menemuinya!” Begitulah pesan yang disampaikan si kakek kepada Pangeran Ngonang.
Namun, sebelum melaksanakan pesan itu ada syarat yang harus dilakukan oleh Pangeran Ngonang. Ya, sebelum dia menyerahkan kain keramat tersebut kepada putri dambaan hatinya, sang pangeran harus menjemurnya terlebih dahulu selama satu minggu. Kain keramat tersebut tidak boleh diangkat dari jemuran sebelum sampai 7 hari, walau apapun yang terjadi.
Pangeran Ngonang sangat senang karena tapanya membawa hasil. Dengan senang hati dijemurlah kain songket tersebut di depan pondoknya. Setelah menjemur kain keramat tersebut, dia pun kembali menjalankan pekerjaannya, yakni pergi berburu ke hutan.
Sayangnya, sebelum pergi berburu Pangeran Ngonang lupa meninggalkan pesan kepada kakak dan adiknya. Maka, celakalah dia. Di saat  hari keenam hujan turun dengan lebatnya, dan secara spontan Ngunti Komala Sari mengangkat kain yang masih di atas jemuran tersebut.
Aneh, karena tindakannya ini, secara gaib Ngunti Komala Sari jatuh cinta kepada kakaknya, Pangeran Ngonang. Begitu pula sebaliknya yang terjadi pada Pangeran Ngonang. Dia melihat Ngunti adiknya laksana putri yang diidam-idamkannya selama ini.
Lambat laun Pangeran Ngondang, kakak tertua mereka, sadar akan ketidakberesan yang terjadi pada kedua adiknya. Betapa geramnya hati Pangeran Ngondang melihat kedua adiknya  itu jatuh cinta. Baginya, tidak ada cara lain untuk memisahkan mereka berdua, kecuali harus dibunuh salah satu di antara mereka.
Maka, rencana pembunuhan itu disusunlah. Di suatu siang, Pangeran Ngondang mengajak adiknya, Pangeran Ngonang, untuk menjala ikan di Sungai Rawas. Ketika tengah asyik menjala, secara diam-diam Pangeran Ngondang menusuk bahu adiknya, Pangeran Ngonang, dengan sebilah keris. Namun ajaib, keris tersebut malah patah menjadi dua bagian.
Melihat kakeknya berniat membunuhnya, dengan heran Pangeran Ngonang pun bertanya, “Mengapa kakak ingin membunuhku? Apa salahku?”
Dengan suara gemetar Pangeran Ngondang menceritakan kejadian yang dilihatnya selama ini, “Kamu telah jatuh cinta kepada adik kamu sendiri. Kamu tidak boleh melakukannya. Karena itulah aku ingin membunuhmu!”
Mendengar itu, Pangeran Ngonang sadar bahwa kejadian selama ini adalah akibat kesalahananya, sehingga membuat adiknya lupa pada dirinya sendiri. Ini semua karena pengaruh dari gaib yang ada pada kain songket hitam pemberian si kakek misterius. Dia pun berkata kepada kakaknya, “Jika Kakak ingin membunuhku maka tusuklah di siku tangan kiriku dengan kerisku sendiri. Aku pasti mati, Kak!”
Untuk menghidari aib yang lebih besar dan memalukan, Pangeran Ngondang memang terpaksa membunuh adiknya, dengan cara seperti yang diberitahukan Pangeran Ngonang.
Rupanya, di saat pembunuhan itu berlangsung, Ngunti Komala Sari, adik mereka, ingin mencuci beras ke sungai. Di saat melihat kekasihnya mati, Ngunti lalu melompat ingin menolong kekasihnya. Tetapi kepalanya membentur batu dan akhirnya mati.  Ya, kedua kakek beradik itu bersama dalam tragedi cinta terlarang….
Untuk mengenang kejadian tersebut, oleh penduduk Desa Sukomoro, bukit tempat berlangsung peristiwa ini dinamai Bukit Ngonang, dan sampai sekarang kuburan kedua kakak beradik itu masih ada diatas bukit tersebut. Bahkan,  keris yang digunakan untuk membunuh Pangeran Ngonang masih ada dan disimpan oleh salah seorang warga yang mendapatkan keris tersebut melalui mimpi.
Sampai sekarang, masih banyak pecahan keramik, guci, serta alat-alat dapur yang tebuat dari tanah liat berserakan di sekitar makam Pangeran Ngonang dan Ngunti Komalasari. Berdasarkan cerita dari nenek moyang Desa Sukomoro, pecahan keramik tersebut adalah harta mereka disaat pelarian mereka dari istana kerajaan.
Mengenai kekramatan Bukit Ngonang disebutkan, pernah ada seorang warga yang memcoba menyepi di atas kuburan kakak beradik tersebut dan minta nomor buntut. Celakanya, orang ini malah lari terbirit-birit karena merasa dikejar oleh ular yang besar sekali.
Ada juga cerita tentang salah seorang warga yang ingin memancing di sungai Rawas. Dia tertidur dan didalam tidurnya dia bermimpi dikasih ilmu pengobatan alternatif oleh seorang kakek. Sampai sekarang warga ini selalu dipanggil untuk mengobati orang-orang yang memerlukan pertolongannya.
Seiring perjalanan sang waktu, Bukit Ngonang tak lagi seindah dulu. Kawasan hutannya yang dulu masih asri, karena penduduk tak mau menanam padi di atas bukit sebab mereka masih menghargai tempat ini, sekarang telah berubah menjadi ladang tempat menanam padi bagi warga Desa Sukomoro. Dan yang lebih menyedihkan lagi, tempat ini sekarang menjadai ajang muda mudi berpacaran. Kenyataan ini membuat pudarnya kramat Bukit Ngonang.
Lewat tulisan ini, Misteri mengajak, mari kita sama-sama menjaga tempat bersejarah peningalan masa lalu, namun bukan untuk memuja apalagi sampai meminta kepada selain Allah SWT. Bukankah bangsa yang baik itu adalah bangsa yang menghargai peningalan masa lalu atau sejarahnya?
Semoga kita selalu mendapat Rahmat dari Allah SWT. Amiiin…!

Renungan Rohani Antara Peranan Jahat Syaitan



Mengikut kajian ulama, syaitan adalah jenis jin yang jahat perangainya. Menurut penelitian ulama, setan adalah jenis jin yang jahat perangainya. Syaitan berasal daripada api dan tabiatnya menyesatkan manusia. Setan berasal dari api dan tabiatnya menyesatkan manusia. Oleh itu ia wujud di mana saja manusia berada. Oleh itu ia ada di mana saja manusia berada. Ia mempunyai kebolehan menyerupai sesuatu di alam nyata, memperalatkan tubuh manusia, malah boleh hidup dalam badan orang yang disukainya. Ia memiliki kemampuan menyerupai sesuatu di alam nyata, memperalat tubuh manusia, bahkan bisa hidup dalam tubuh orang yang disukainya.
Selain mendatangkan punca penyakit, pengsan dan gila, jin juga kadangkala mencuri atau dipakai untuk mencuri barangan orang. Selain mendatangkan penyebab penyakit, pingsan dan gila, jin juga terkadang mencuri atau dipakai untuk mencuri barang orang.
Dalam ajaran Islam kita dapat mengesan bahawa malaikat, jin dan syaitan mempunyai jalan untuk mempengaruhi manusia supaya melakukan kebaikan atau sebaliknya. Dalam ajaran Islam kita dapat mendeteksi bahwa malaikat, jin dan setan memiliki jalan untuk mempengaruhi manusia agar melakukan kebaikan atau sebaliknya.
Mengikut sebuah hadis Turmizi, “Malaikat menggunakan jalan itu untuk meniupkan ilham yang baik maka syaitan pula menyampaikan bisikan jahat dan mendustakan Allah…” Menurut sebuah hadis Turmizi, "Malaikat menggunakan jalan itu untuk meniupkan ilham yang baik maka setan pula menyampaikan bisikan jahat dan mendustakan Allah ..."
Orang yang bersih jiwanya dapat mendengar suara ilham yang disampaikan oleh pelawat di hadrat hati. Orang yang bersih jiwanya dapat mendengar suara ilham yang disampaikan oleh pengunjung di hadirat hati. Oleh itu, orang berkenaan berasa lapang dada dan terdorong untuk beramal. Oleh itu, orang tersebut merasa lapang dada dan terdorong untuk beramal. Malah ilham sendiri menjadi faktor penting jiwanya berasa gembira. Malah ilham sendiri menjadi faktor penting jiwanya senang. Orang yang kotor jiwanya didatangi oleh jin atau syaitan. Orang yang kotor jiwanya didatangi oleh jin atau setan. Malah mengikut surah al-Zukhruf ayat 36, Allah menyediakan satu syaitan secara tetap dalam hati yang kosong daripada zikir. Bahkan menurut surat al-Zukhruf ayat 36, Allah menyediakan satu setan secara tetap dalam hati yang kosong dari dzikir.
Syaitan itu menjadi sahabat karibnya. Setan itu menjadi sahabat karibnya. Surah Fussilat ayat 25 menghuraikan kerja syaitan berkenaan iaitu membisikkan kata-kata manis dan menghayalkan. Surat Fushshilat ayat 25 menguraikan kerja setan tersebut yaitu membisikkan kata-kata manis dan menghayalkan.
Sesungguhnya hasutan syaitan, jin atau roh jahat ke atas fizikal dan rohaniah manusia jelas sekali. Sesungguhnya hasutan setan, jin atau roh jahat ke atas fisik dan spiritual manusia jelas sekali. Hasutan itu masuk ke dalam diri mereka menerusi pelbagai jalan. Hasutan itu masuk ke dalam diri mereka melalui berbagai jalan. Antara yang paling dahsyat dan ganas ialah dengan renungan rohani ketika oarng yang berniat buruk mengamalkan jampi mentera atau sihir untuk tujuan tertentu terutamanya untuk merosakkan orang yang dibencinya. Antara yang paling dahsyat dan ganas adalah dengan renungan rohani ketika oarng yang berniat buruk mengamalkan mantra mantra atau sihir untuk tujuan tertentu khususnya untuk merusak orang yang dibencinya.
Inilah antara rahsia ( dan Allah Maha Mengetahui ) mengapa syirik disifatkan sebagai dosa besar oleh Allah. Inilah antara rahasia (dan Allah Maha Mengetahui) mengapa syirik dianggap dosa besar oleh Allah. Kerja seperti ini merosakkan kedua-dua pihak. Kerja seperti ini merusak kedua pihak. Pengamal sihir rosak imannya, manakala mangsanya pula rosak iman, anggota dan mentalnya. Pelaku sihir rusak imannya, sedangkan korbannya pula rusak iman, anggota dan mentalnya.
JIN
Makna Jin: Jin adalah satu nama jenis dan dalam bahasa Inggeris di sebut Ginie - perkataan tunggalnya " Jinny " yang bermaksud yang tersembunyi, yang tertutup atau yang gelap pekat. Makna Jin: Jin adalah satu nama jenis dan dalam bahasa Inggris di sebut Ginie - kata tunggalnya "Jinny" yang berarti yang tersembunyi, yang tertutup atau yang gelap pekat.

Dalam Al-Quran terdapat banyak ayat-ayat yang menceritakan tentang Jin. Dalam Al-Quran terdapat banyak ayat-ayat yang menceritakan tentang Jin. Antaranya :- Antaranya: -

Surah Al-Hijr ayat 26 - 27 : Yang bermaksud : Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat yang kering kontang yang berasal dari lumpur hitam yang di beri bentuk dan Kami telah ciptakan Jin sebelum di ciptakan manusia daripada api yang sangat panas. Surah Al-Hijr ayat 26 - 27: Artinya: Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat yang kering kerontang yang berasal dari lumpur hitam yang di beri bentuk dan Kami telah ciptakan Jin sebelum di ciptakan manusia dari api yang sangat panas.
Surah Ar-Rahman ayat 15 : Yang bermaksud : Dia ( Allah ) menciptakan Jann ( Jin ) dari nyalaan api ( Pucuk api yang menyala-nyala atau Maarij ) Ar-Rahman ayat 15: Artinya: Dia (Allah) menciptakan Jann (Jin) dari nyala api (Pucuk api yang menyala-nyala atau Maarij)

Surah Al-'Araf ayat 12 : Yang bermaksud : " Engkau ciptakan aku ( kata Iblis ) dari api sedangkan ciptakan dia ( Adam ) dari tanah. Al-'Araf ayat 12: Artinya: "Engkau ciptakan aku (kata Iblis) dari api sedangkan ciptakan dia (Adam) dari tanah.

Dari Hadis Nabi saw yang telah diriwayatkan oleh Muslim ra: Maksudnya : " Malaikat diciptakan dari cahaya, Jaan diciptakan dari lidah api sedangkan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disebutkan kepada kamu ( tanah). Dari Hadis Nabi saw yang telah diriwayatkan oleh Muslim ra: Artinya: "Malaikat diciptakan dari cahaya, Jaan diciptakan dari lidah api sedangkan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disebutkan kepada kamu (tanah).

ASAL KEJADIAN JIN
Keterangan "Al-Maarij " Keterangan "Al-Maarij"
Maarij bermaksud nyalaan api yang sangat kuat dan sangat panas bahangnya atau " Al-Lahab " iaitu jilatan api yang sudah bercampur antara satu sama lain iaitu merah, hitam, kuning dan biru. Maarij artinya nyala api yang sangat kuat dan sangat panas bahangnya atau "Al-Lahab" yaitu jilatan api yang sudah bercampur satu sama lain yaitu merah, hitam, kuning dan biru. Sesetengah ulama pula mengatakan " Al-Maarij " itu ialah api yang sangat terang yang memiliki suhu yang amat tinggi sehingga bercampur antara merah, hitam, kuning dan biru. Beberapa ulama mengatakan "Al-Maarij" itu adalah api yang sangat terang yang memiliki suhu yang sangat tinggi sehingga bercampur antara merah, hitam, kuning dan biru.

Sesetengah pendapat pula mengatakan Al-Maarij itu ialah api yang bercampur warnanya dan sama maknanya dengan " As-Samuun " iaitu api yang tidak berasap tetapi sangat tinggi suhu panasnya. Beberapa pendapat mengatakan Al-Maarij itu adalah api yang bercampur warnanya dan sama maknanya dengan "As-Samuun" yaitu api yang tidak berasap tetapi sangat tinggi suhu panasnya. Angin samuun yang telah sebati dengan Al-Maarij itulah Allah jadikan Jaan. Angin samuun yang telah sebati dengan Al-Maarij itulah Allah jadikan Jaan.

Menurut suatu Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud pula menyatakan bahawa angin Samuun yang dijadikan Jaan itu hanyalah satu bahagian daripada tujuh puluh bahagian angin Samuun yang sangat panas itu. Menurut suatu Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud pula menyatakan bahwa angin Samuun yang dijadikan Jaan itu hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian angin Samuun yang sangat panas itu.

Dari api yang amat panas inilah Allah telah menciptakan Jin, iaitu dari sel atau atom atau daripada nukleas-nukleas api. Dari api yang sangat panas inilah Allah menciptakan Jin, yaitu dari sel atau atom atau dari nukleas-nukleas api. Kemudian Allah masukkan roh atau nyawa padanya, maka jadilah ia hidup seperti yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian Allah masukkan roh atau nyawa padanya, maka jadilah ia hidup seperti yang diinginkan oleh Allah. Jin juga di beri izin oleh Allah menzahirkan berbagai-bagai bentuk dan rupa yang disukai dan dikehendakinya kecuali rupa Rasulullah saw mengikut tahap dan kemampuan masing-masing. Jin juga di beri izin oleh Allah menzahirkan berbagai-bagai bentuk dan rupa yang disukai dan dikehendakinya kecuali rupa Rasulullah saw mengikut tahap dan kemampuan masing-masing.

Jin juga diperintahkan oleh Allah menerima syariat Islam sepertimana yang diperintahkan oleh Allah kepada manusia. Jin juga diperintahkan oleh Allah menerima syariat Islam seperti yang diperintahkan oleh Allah kepada manusia. Rupa bentuk Jin yang asal selepas di cipta dan ditiupkan roh itu, hanya Allah dan Rasulnya sahaja yang mengetahuinya. Rupa bentuk Jin yang asli setelah di cipta dan ditiupkan roh itu, hanya Allah dan Rasulnya saja yang mengetahuinya. Menurut sesetengah ulama rupa, tabiat, kelakuan dan perangai Jin adalah 90 peratus mirip kepada manusia. Menurut beberapa ulama rupa, tabiat, perilaku dan perangai Jin adalah 90 persen mirip ke manusia.

Asal kejadian manusia ialah campuran daripada Jisim Kathif iaitu tanah dan air, Jisim Syafaf iaitu campuran api dan angin dan Nurani, iaitu roh, akal, nafsu dan hati yang dinamakan "Latifatur-Rabbaniah " sesuai dengan manusia sebagai sebaik-baik kejadian yang diciptakan Allah dan sebagai Khalifah Allah di muka bumi ini. Asal kejadian manusia adalah campuran dari Massa Kathif yaitu tanah dan air, Massa Syafaf yaitu campuran api dan angin dan Nurani, yaitu roh, akal, nafsu dan hati yang dinamakan "Latifatur-Rabbaniah" sesuai dengan manusia sebagai sebaik-baik kejadian yang diciptakan Allah dan sebagai Khalifah Allah di muka bumi ini. Manakala kejadian Jin pula ialah campuran Jisim Syafaf iaitu campuran api dan angin dan Nurani iaitu roh, akal, nafsu dan hati yang sesuai dan sepadan dengan kejadian Jin. Sedangkan kejadian Jin pula adalah campuran Massa Syafaf yaitu campuran api dan angin dan Nurani yaitu roh, akal, nafsu dan hati yang sesuai dan cocok dengan kejadian Jin.

Manakala mahkluk-makluk lain pula Allah jadikan daripada salah satu unsur tersebut, contohnya, binatang yang dijadikan daripada campuran Jisim Ksayif dan Jisim Syafaf sahaja. Sedangkan mahkluk-makhluk lain pula Allah jadikan dari salah satu unsur tersebut, misalnya, binatang yang dijadikan dari campuran Massa Ksayif dan Massa Syafaf saja. Batu dan tumbuh-tumbuhan pula dijadikan daripada Jisim Kasyif semata-mata. Batu dan tumbuh-tumbuhan pula dijadikan dari Massa Kasyif semata-mata. Manakala Malaikat pula dijadikan daripada Nurani semata-mata. Sedangkan Malaikat pula dijadikan dari Nurani semata-mata.
CARA PEMBIAKAN JIN
Manusia memerlukan masa mengandung selama sembilan bulan untuk melahirkan zuriat dan anak manusia juga memerlukan masa yang lama untuk matang dan menjadi baligh. Manusia membutuhkan waktu mengandung selama sembilan bulan untuk melahirkan dan anak manusia juga memerlukan waktu yang lama untuk matang dan menjadi baligh.

Berbeza dengan Jin di mana, apabila di sentuh alat kelamin lelaki dengan alat kelamin perempuan, maka Jin perempuan akan terus mengandung dan beranak dan anak Jin yang baru lahir itu terus mukallaf. Berbeda dengan Jin di mana, ketika di sentuh alat kelamin pria dengan alat kelamin perempuan, maka Jin perempuan akan terus mengandung dan beranak dan anak Jin yang baru lahir itu terus mukallaf. Begitulah keadaanya sehingga ke hari kiamat. Begitulah keadaanya sehingga ke hari kiamat.

Iblis pula apabila menyentuh paha kanan dengan paha kiri akan mengeluarkan 33 biji telor. Iblis pula apabila menyentuh paha kanan dengan paha kiri akan mengeluarkan 33 biji telor. Dalam setiap biji telor itu ada 33 pasang benihnya. Dalam setiap biji telor itu ada 33 pasang benihnya. Tiap-tiap pasang benih itu apabila menyentuh paha kanan dengan paha kiri akan keluar seperti yang terdahulu. Tiap-tiap pasang benih itu apabila menyentuh paha kanan dengan paha kiri akan keluar seperti yang terdahulu. Begitulah proses pembiakan Jin dan Iblis sehinggalah ke hari kiamat. Begitulah proses reproduksi Jin dan Iblis sampai ke hari kiamat.
Bunian atau lebih masyhur di kalangan orang-orang Melayu dengan panggilan orang Ghaib pula ialah hasil campuran lelaki atau perempuan Jin dengan lelaki atau perempuan dari kalangan manusia. Bunian atau lebih masyhur di kalangan orang-orang Melayu dengan panggilan orang Ghaib pula adalah hasil campuran pria atau perempuan Jin dengan pria atau perempuan dari kalangan manusia. Anak yang terhasil daripada percampuran itu dikenali dengan nama Bunian. Anak yang dihasilkan dari percampuran itu dikenal dengan nama Bunian. Perangai dan tingkah laku serta rupa bentuknya orang Bunian ini dalam beberapa perkara mengikut manusia dan dalam beberapa perkara pula mengikut Jin. Perangai dan perilaku serta gambarNya orang Bunian ini dalam beberapa hal menurut manusia dan dalam beberapa hal pula menurut Jin.

Jika asal usul datuk manusia ialah Nabi Adam, maka asal usul datuk Jin pula ialah " Jaan " yang asalnya adalah beriman kepada Allah dan melahirkan keturunan yang beriman. Jika asal usul kakek manusia adalah Nabi Adam, maka asal usul kakek Jin pula adalah "Jaan" yang asalnya adalah beriman kepada Allah dan melahirkan keturunan yang beriman. Selepas itu terdapat pula dari keturunan Jaan yang kufur dan melahirkan pula keturunan yang kufur. Setelah itu ada pula dari keturunan Jaan yang kufur dan melahirkan pula keturunan yang kufur. Anak cucu Jaan yang asal beriman itu ada yang kekal dalam iman dan ada pula yang kufur dan ada pula yang kembali beriman kepada Allah. Anak cucu Jaan yang asal beriman itu ada yang tetap dalam iman dan ada pula yang kafir dan ada pula yang kembali beriman kepada Allah.

AGAMA PUAK-PUAK JIN
Jin Juga seperti manusia, iaitu ada yang baik, ada yang jahat, ada yang soleh, ada yang tidak soleh, ada yang alim lagi mukmim, ada ada yang kufur, ada yang murtad, fasik dan zalim, ada yang masuk syurga dan ada yang dihumbankan oleh Allah ke dalam neraka di hari akhirat kelak. Jin juga seperti manusia, yaitu ada yang baik, ada yang jahat, ada yang saleh, ada yang tidak saleh, ada yang alim lagi mukmim, ada ada yang kufur, ada yang murtad, fasik dan zalim, ada yang masuk surga dan ada yang dilemparkan oleh Allah ke dalam neraka di akhirat.

Majoriti puak-puak Jin terdiri daripada golongan Jin kafir. Mayoritas suku-suku Jin terdiri dari golongan Jin kafir. Golongan Jin kafir ini kebanyakanya beragama Yahudi, Kristian, Komunis dan sangat sedikit daripada mereka yang beragama Buddha dan Majusi. Golongan Jin kafir ini kebanyakanya beragama Yahudi, Kristen, Komunis dan sangat sedikit dari mereka yang beragama Buddha dan Majusi. Terdapat juga golongan Jin yang tidak beragama. Ada juga golongan Jin yang tidak beragama. Golongan Jin yang memeluk Islam hanyalah sedikit bilangannya dan terdiri daripada golongan manoriti jika di bandingkan dengan keseluruhan bilangan Jin. Golongan Jin yang memeluk Islam hanya sedikit jumlahnya dan terdiri dari golongan manoriti jika di bandingkan dengan keseluruhan jumlah Jin.

Seperti juga manusia biasa, Jin juga berada dalam tingkat-tingkat iman, ilmu dan amalan yang tertentu berdasarkan kepada keimanan dan amalan mereka kepada Allah. Seperti juga manusia biasa, Jin juga berada dalam tingkat-tingkat iman, ilmu dan praktek yang tertentu berdasarkan kepada keimanan dan amal mereka kepada Allah. Antaranya ada Jin Islam yang bertaraf awam sahaja , Jin Islam yang di tingkat iman Khawas dan Jin Islam yang berada ditingkat iman yang Khawasil-Khawas. Antaranya ada Jin Islam yang bertaraf publik saja, Jin Islam yang di tingkat iman Khawas dan Jin Islam yang berada ditingkat iman yang Khawasil-Khawas.
Walaupun Jin Islam yang paling tinggi imannya dan paling soleh amalannya serta paling luas serta banyak ilmunya , tetapi masih ada pada diri mereka sifat-sifat mazmumah seperti takbur, riak, ujub dan sebagainya, tetapi mereka mudah menerima teguran dan pengajaran. Meskipun Jin Islam yang paling tinggi imannya dan paling saleh amalannya dan paling luas dan banyak ilmunya, tetapi masih ada pada diri mereka sifat-sifat mazmumah seperti dirinya, riak, ujub dan sebagainya, tetapi mereka mudah menerima teguran dan pengajaran.

Mungkin inilah yang sering diperkatakan bahawa " sebaik-baik Jin itu ialah sejahat-jahat manusia yang fasik. " Tetapi yang berbezanya manusia yang paling jahat susah menerima pengajaran dan teguran yang baik. Mungkin inilah yang sering dikatakan bahwa "sebaik-baik Jin itu adalah sejahat-jahat manusia yang fasik." Tetapi yang berbedanya manusia yang paling jahat susah menerima pengajaran dan teguran yang baik.

Golongan Jin Islam yang awam dan Jin kafir suka merasuk manusia yang awam dengan berbagai-bagai cara, kerana pada pandangan mereka manusia-manusia yang awam itu bukanlah manusia sebenarnya, sebaliknya adalah rupa seekor binatang. Golongan Jin Islam yang awam dan Jin kafir suka merasuk manusia yang awam dengan berbagai cara, karena pada pandangan mereka manusia-manusia yang publik itu bukanlah manusia sebenarnya, sebaliknya adalah rupa seekor binatang. Manusia yang Khawas dan Khawasil-Khawas tidak dapat di rasuk oleh Jin, bahkan Jin pula akan datang kepada mereka untuk bersahabat. Manusia yang Khawas dan Khawasil-Khawas tidak dapat di rasuk oleh Jin, bahkan Jin pula akan datang kepada mereka untuk bersahabat.
RUPA BENTUK JIN
Pada asasnya rupa bentuk Jin tidaklah banyak berbeza daripada rupa bentuk manusia, iaitu mereka mempunyai jantina, mempunyai hidung mata, tangan, kaki, telinga dan sebagainya, sepertimana yang di miliki oleh manusia. Pada dasarnya rupa bentuk Jin tidaklah banyak berbeda dari rupa bentuk manusia, yaitu mereka memiliki jenis kelamin, memiliki hidung mata, tangan, kaki, telinga dan sebagainya, seperti yang di miliki oleh manusia. Pada dasarnya 80 hingga ke 90 peratus Jin menyerupai manusia. Pada dasarnya 80 sampai ke 90 persen Jin menyerupai manusia.

Cuma yang berbezanya fizikal Jin adalah lebih kecil dan halus daripada manusia. Cuma yang berbedanya fisik Jin adalah lebih kecil dan halus dari manusia. Bentuk tubuh mereka itu ada yang pendek, ada yang terlalu tinggi dan ada bermacam-macam warna, iaitu putih, merah biru, hitam dan sebagainya. Bentuk tubuh mereka itu ada yang pendek, ada yang terlalu tinggi dan ada bermacam-macam warna, yaitu putih, merah biru, hitam dan sebagainya. Jin yang kekal dalam keadaan kafir dan Jin Islam yang fasik itu mempunyai rupa yang huduh dan menakutkan. Jin yang kekal dalam keadaan kafir dan Jin Islam yang fasik itu memiliki rupa yang huduh dan menakutkan. Manakala Jin Islam yang soleh pula mempunyai rupa paras yang elok. Sedangkan Jin Islam yang saleh pula memiliki rupa paras yang elok.

Menurut sesetengah pendapat tinggi Jin yang sebenarnya adalah kira-kira tiga hasta sahaja. Menurut beberapa pendapat tinggi Jin yang sebenarnya adalah kira-kira tiga hasta saja. Pengetahuan mereka lebih luas dan umurnya tersangat panjang dan ada yang beribu tahun umurnya. Pengetahuan mereka lebih luas dan umurnya tersangat panjang dan ada yang beribu tahun umurnya. Kecepatan Jin bergerak adalah melebihi gerak cahaya dalam satu saat. Kecepatan Jin bergerak adalah melebihi gerak cahaya dalam satu saat. Memandangkan Jin adalah terdiri daripada makluk yang seni dan tersembunyi, tidak zahir seprti manusia dan tidak sepenuhnya ghaib seperti Malaikat, maka ruang yang kecil pun boleh di duduki oleh berjuta-juta Jin dan ianya juga boleh memasuki dan menghuni tubuh badan manusia. Karena Jin adalah terdiri dari makluk yang seni dan tersembunyi, tidak lahir seprti manusia dan tidak sepenuhnya ghaib seperti Malaikat, maka ruang yang kecil pun bisa di duduki oleh jutaan Jin dan ia juga dapat memasuki dan menghuni tubuh manusia.

Jumlah Jin terlalu ramai sehingga menurut sesetengah pendapat bilangannya ialah jumlah semua manusia daripada Nabi Adam hingga ke hari kiamat di darab dengan haiwan-haiwan, di darab dengan batu-batu, di darab dengan pasir-pasir dan semua tumbuh-tumbuhan. Jumlah Jin terlalu banyak sehingga menurut beberapa pendapat bilangannya adalah jumlah semua manusia dari Nabi Adam sampai hari kiamat di perkalian dengan hewan-hewan, di kalikan dengan batu-batu, di kalikan dengan pasir-pasir dan semua tumbuh-tumbuhan. Itu pun baru satu persepuluh daripada jumlah keseluruhan Jin. Itu pun baru satu persepuluh dari total Jin.

Manakala jumlah keseluruhan Jin ialah satu persepuluh daripada jumlah keseluruhan Malaikat. Sedangkan total Jin adalah satu persepuluh dari total Malaikat. Jumlah keseluruhan Malaikat hanya Allah dan Rasulnya sahaja yang lebih mengetahuinya. Total Malaikat hanya Allah dan Rasulnya saja yang lebih mengetahuinya.

Alam kediaman Jin ialah di lautan, daratan, di udara dan di Alam Mithal iaitu suatu alam di antara alam manusia dan alam malaikat. Alam rumah Jin adalah di lautan, daratan, di udara dan di Alam Mithal yaitu suatu alam di antara alam manusia dan alam malaikat. Jika di berikan oleh Allah kepada kita melihat Jin, sudah tentulah kita akan melihat jarum yang dijatuhkan dari atas tidak akan jatuh ke bumi , tetapi hanya jatuh di atas belakang Jin, disebabkan terlalu banyaknya jumlah mereka. Jika di berikan oleh Allah kepada kita melihat Jin, sudah tentulah kita akan melihat jarum yang dijatuhkan dari atas tidak akan jatuh ke bumi, tetapi hanya jatuh di atas belakang Jin, disebabkan terlalu banyaknya jumlah mereka.

Sebab itulah orang-orang tua kita selalu berpesan supaya anak-anak segera balik ke rumah apabila telah tiba waktu maghrib dan pintu serta tingkap rumah mesti di tutup, supaya tidak dimasuki oleh Syaitan dan Iblis. Sebab itulah orang-orang tua kita selalu berpesan agar anak-anak segera balik ke rumah ketika telah tiba waktu maghrib dan pintu serta jendela rumah harus di tutup, agar tidak dimasuki oleh setan dan Iblis.

Sebagaimana sebuah Hadis yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari daripada Rasulullah saw yang bermaksud : Sebagaimana sebuah Hadits yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Rasulullah saw yang artinya:

" Apabila kamu menghadapi malam atau kamu telah berada di sebahagian malam maka tahanlah anak-anak mu kerana sesungguhnya syaitan berkeliaran ketika itu dan apabila berlalu sesuatu ketika malam maka tahanlah mereka dan tutuplah pintu-pintu rumahmu serta sebutlah nama Allah, padamkan lampu-lampu mu serta sebutlah nama Allah, ikatlah minuman mu serta sebutlah nama Allah dan tutuplah sisa makanan mu serta sebutlah nama Allah ( ketika menutupnya ) " "Bila kamu mengalami malam atau kamu telah berada di sebagian malam maka tahanlah anak-anak mu karena sesungguhnya setan berkeliaran ketika itu dan saat berlalu sesuatu ketika malam maka tahanlah mereka dan tutuplah pintu-pintu rumahmu dan sebutlah nama Allah, padamkan lampu-lampu mu serta sebutlah nama Allah, ikatlah minuman mu dan sebutlah nama Allah dan tutuplah sisa makanan mu dan sebutlah nama Allah (ketika menutupnya) "

Hadis di atas bermaksud bahawa Jin dan Syaitan akan tidur di waktu siang dalam cahaya dan sinar sehingga menjelang petang, di mana pada waktu itu mereka berkeliaran mencari rezeki dan makanan, baik lelaki maupun perempuan, samada yang dewasa atau kanak-kanak. Hadis di atas berarti bahwa Jin dan setan akan tidur di waktu siang dalam cahaya dan sinar sampai menjelang petang, di mana pada waktu itu mereka berkeliaran mencari rezeki dan makanan, baik lelaki maupun perempuan, baik yang dewasa atau anak-anak.

MELIHAT JIN
Pada prinsipnya Jin tidak boleh di lihat, di sentuh dan di dengar oleh manusia dalam bentuk yang asal sebagaimana ianya diciptakan, kecuali dalam keadaan-keadaan tertentu, Jin boleh di lihat dalam rupa bentuk yang diingininya. Pada prinsipnya Jin tidak bisa di lihat, di sentuh dan di dengar oleh manusia dalam bentuk yang asli sebagaimana ia diciptakan, kecuali dalam kondisi-kondisi tertentu, Jin bisa di lihat dalam rupa bentuk yang diinginkan.

Jin juga boleh di lihat oleh manusia dalam keadaan sihir atau ketika meminum air sihir atau melalui kemahuan Jin itu sendiri untuk memperlihatkan dirinya kepada manusia. Jin juga bisa di lihat oleh manusia dalam kondisi sihir atau ketika meminum air sihir atau melalui kemauan Jin itu sendiri untuk memperlihatkan dirinya kepada manusia.
Di dunia semua Jin boleh melihat manusia manakala manusia yang Khawas dan Khawasil-Khawas sahaja yang boleh melihat Jin selain daripada para Nabi dan Rasul. Di dunia semua Jin bisa melihat manusia sedangkan manusia yang Khawas dan Khawasil-Khawas saja yang bisa melihat Jin selain para Nabi dan Rasul. Manakala di akhirat pula semua manusia mukmin yang ahli syurga boleh melihat Jin manakala Jin yang Khawas dan Khawasil-Khawas sahaja yang boleh melihat manusia. Sedangkan di akhirat pula semua manusia mukmin yang ahli surga bisa melihat Jin sedangkan Jin yang Khawas dan Khawasil-Khawas saja yang bisa melihat manusia.

Antara kelebihan Jin yang telah diberikan oleh Allah ialah kemampuannya untuk mengubah dirinya dalam berbagai bentuk dan rupa. Antara kelebihan Jin yang telah diberikan oleh Allah adalah kemampuannya untuk mengubah dirinya dalam berbagai bentuk dan rupa. Contohnya dalam peperangan Badar, Iblis telah menampakkan dirinya dalam bentuk seorang lelaki dari Bani Mudlij dan Syaitan pula dalam rupa Suraqah bin Malik yang datang membantu tentera musrikin memerangi tentera Islam. Misalnya dalam perang Badar, Iblis telah menampakkan dirinya dalam bentuk seorang lelaki dari Bani Mudlij dan setan pula dalam rupa Suraqah bin Malik yang datang membantu tentara musrikin memerangi tentara Islam. ( Iblis dan Syaitan adalah juga merupakan sebahagian daripada golongan Jin ). (Iblis dan setan adalah juga merupakan bagian dari golongan Jin).

Dalam Sahih Bukhari juga ada meriwayatkan bahawa adanya Jin yang menampakkan dirinya dalam bentuk seekor ular dan membunuh seorang pemuda yang Dalam Shahih Bukhari juga ada meriwayatkan bahwa adanya Jin yang menampakkan dirinya dalam bentuk seekor ular dan membunuh seorang pemuda yang cuba mencoba membunuh ular tersebut. membunuh ular tersebut. Di samping itu Jin juga boleh menampakkan dirinya dalam rupa bentuk haiwan yang lain seperti rupa bentuk kucing, anjing dan sebagainya. Di samping itu Jin juga bisa menampakkan dirinya dalam rupa bentuk hewan yang lain seperti rupa bentuk kucing, anjing dan sebagainya.

KUMPULAN-KUMPULAN JIN
Jin juga seperti manusia yang inginkan keturunan dan hidup berpuak-puak. Jin juga seperti manusia yang inginkan keturunan dan hidup berkelompok-kelompok. Puak dan kumpulan Jin terlalu banyak dan bercakap dalam berbagai-bagai loghat dan bahasa. Kelompok dan kelompok Jin terlalu banyak dan berbicara dalam berbagai dialek dan bahasa. Ada sesetengah ulama membahagikan Jin kepada beberapa kumpulan, antaranya kumpulan yang menunggu kubur, kumpulan yang menunggu gua, kumpulan yang menunggu mayat manusia, kumpulan yang menunggu hutan rimba, kumpulan yang menunggu bukit bukau, kumpulan yang menunggu air mata air, kumpulan yang menunggu tasik, kolam, teluk, kuala, pulau dan sebagainya. Ada beberapa ulama membagi Jin ke beberapa kelompok, diantaranya kelompok yang menunggu kubur, kelompok yang menunggu gua, kelompok yang menunggu mayat manusia, kelompok yang menunggu hutan, kelompok yang menunggu bukit tinggi, kelompok yang menunggu air mata air, kelompok yang menunggu danau, kolam, teluk, kuala, pulau dan sebagainya.

JENIS-JENIS JIN

Sama seperti manusia Jin juga terdiri dari pada berbagai jenis atau bangsa, antara yang tersohor ialah :- Sama seperti manusia Jin juga terdiri dari pada berbagai jenis atau bangsa, antara yang tersohor adalah: -

1. 1. Iblis Bapa dan pujaan kepada semua jenis Jin, Iblis dan Syaitan.. Iblis Bapa dan pujaan kepada semua jenis Jin, Iblis dan setan ..
2. 2. Asy-Syaitan Syaitan-syaitan Asy-setan setan-setan
3. 3. Al-Maraddah Peragu-peragu ( pewas-was ) Al-Maraddah peragu-peragu (pewas-was)
4. 4. Al-Afrit Penipu-penipu Al-Afrit Penipu-penipu
5. 5. Al-A'waan Pelayan-pelayan Al-A'waan Server-server
6. 6. Al-Tayyaaruun Penerbang-penerbang Al-Tayyaaruun Penerbang-penerbang
7. 7. Al-Ghawwaasuun Penyelam-penyelam Al-Ghawwaasuun Penyelam-penyelam
8. 8. At-Tawaabi Pengikut-pengikut ( pengekor ) At-Tawaabi Pengikut-pengikut (pengekor)
9. 9. Al-Qurana Pengawan-pengawan Al-Qurana Pengawan-pengawan
10. 10. Al-Ummaar Pemakmur. Al-Ummaar Pemakmur.
GELARAN-GELARAN JIN DALAM ISTILAH ORANG-ORANG MELAYU

Jin menurut orang-orang Melayu mempunyai beberapa nama dan gelaran menurut perwatakkan dan rupa bentuk penjelmaan mereka. Jin menurut orang-orang Melayu memiliki beberapa nama dan gelar menurut perwatakkan dan rupa bentuk penjelmaan mereka. Kebanyakan nama Jin-Jin itu dimulai dengan hantu. Kebanyakan nama Jin-Jin itu dimulai dengan hantu. Hantu-hantu tersebut sebenarnya adalah terdiri daripada golongan Jin, cuma di kalangan orang Melayu, menganggap hantu itu adalah makhluk yang berbeza daripada Jin. Hantu-hantu tersebut sebenarnya adalah terdiri dari golongan Jin, cuma di kalangan orang Melayu, menganggap hantu itu adalah makhluk yang berbeda dari Jin.

ANTARA JIN-JIN YANG POPULAR DI KALANGAN ORANG-ORANG MELAYU IALAH:

Hantu Raya, Hantu Pontianak, Hantu Polong, Hantu Toyol, Hantu Langsuir, Hantu Penanggal, Hantu Pelesit, Hantu Air, Hantu Bukit, Hantu Kubur, Hantu Pari, Hantu Punjut, Hantu Jerangkung, Hantu Laut, Hantu Bawah Tangga, Hantu Galah, Jin Tanah, Hantu Kum-Kum, Hantu Bungkus, Hantu Pocong, Hantu mati di bunuh, Hantu Bidai, Hantu pari-pari, Hantu Kopek ( Tetek ), Harimau Jadian, Jembalang Tanah, Hantu Tengelong. Hantu, Hantu Pontianak, Hantu polong, Hantu Toyol, Hantu Langsuir, Hantu Penanggal, Hantu Pelesit, Hantu Air, Hantu Bukit, Hantu Kubur, Hantu Pari, Hantu Punjut, Hantu Jerangkung, Hantu Laut, Hantu Bawah Tangga, Hantu Galah, Jin tanah, Hantu Kum-Kum, Hantu Bungkus, Pocong, Hantu mati di bunuh, Hantu Bidai, Hantu peri, Hantu Kopek (Tetek), Harimau Jadian, Jembalang Tanah, Hantu Tengelong.

KERAJAAN-KERAJAAN JIN
Jin juga mempunyai pemimpin dan kerajaannya yang tersendiri. Jin juga memiliki pemimpin dan pemerintah yang tersendiri. Antara Raja Jin alam bawah yang kafir ialah seperti Mazhab, Marrah, Ahmar, Burkhan, Syamhurash, Zubai'ah dan Maimon. Antara Raja Jin alam bawah yang kafir adalah seperti Mazhab, Marrah, Ahmar, Burkhan, Syamhurash, Zubai'ah dan Maimon. Empat raja Jin Ifrit ( Jin yang paling jahat ) yang mempunyai kerajaan yang besar yang menjadi menteri kepada Nabi Allah Sulaiman as ialah Thamrith, Munaliq, Hadlabaajin dan Shughal. Empat raja Jin Ifrit (Jin yang paling jahat) yang memiliki kerajaan yang besar yang menjadi menteri kepada Nabi Allah Sulaiman as adalah Thamrith, Munaliq, Hadlabaajin dan Shughal.

Manakala Raja Jin Alam atas yang Islam pula ialah Rukiyaail, Jibriyaail, Samsamaail, Mikiyaail, Sarifiyaail, 'Ainyaail dan Kasfiyaail. Sedangkan Raja Jin Alam pada yang Islam pula adalah Rukiyaail, Jibriyaail, Samsamaail, Mikiyaail, Sarifiyaail, 'Ainyaail dan Kasfiyaail. Raja Jin yang mengusai kesemua Jin tersebut bernama THOTHAMGHI YAM YA LI.. Raja Jin yang mengusai semua Jin tersebut bernama THOTHAMGHI YAM YA LI .. Manakala Malaikat yang mengawal kesemua Jin-Jin di atas bernama Maithotorun yang bergelar QUTBUL JALALAH. Sedangkan Malaikat yang mengontrol semua Jin-Jin pada bernama Maithotorun yang bergelar QUTBUL JALALAH.

ANAK-ANAK IBLIS JUGA MEMPUNYAI KERAJAAN YANG BESAR ANTARANYA :
1. 1. Thubar Merasuk manusia yang di timpa musibah dan bala. Thubar Merasuk manusia yang di timpa musibah dan bala.

2. 2. Daasim Merasuk manusia untuk menceraikan ikatan silatulrahim, rumah Daasim Merasuk manusia untuk menceraikan ikatan silatulrahim, rumah tangga, keluarga, sahabat handai, jemaah dan sebagainya. tangga, keluarga, sahabat handai, jamaah dan sebagainya.

3. 3. Al-'Awar Merasuk manusia supaya meruntuhkan akhlak, berzina, minum arak, liwat, berjudi dan sebagainya Al-'Awar Merasuk manusia untuk meruntuhkan akhlak, berzina, minum arak, liwat, berjudi dan sebagainya

4. 4. Zalanbuur Merasuk manusia dengan api permusuhan dan pembunuhan. Zalanbuur Merasuk manusia dengan api permusuhan dan pembunuhan.
ANTARA JIN, IFRIT, SYAITAN DAN IBLIS
Jin, Ifrit, Syaitan dan Iblis adalah merupakan sebahagian daripada golongan Jin, cuma tugas dan fungsi mereka sahaja yang berbeza. Jin, Ifrit, Setan dan Iblis adalah merupakan sebagian dari golongan Jin, cuma tugas dan fungsi mereka saja yang berbeda. Jin sebagaimana yang telah diterangkan di atas ialah sejenis mahkluk Allah yang tersembunyi dan tidak kelihatan oleh manusia. Jin sebagaimana yang telah dijelaskan di atas adalah sejenis mahkluk Allah yang tersembunyi dan tidak terlihat oleh manusia. Pengetahuan mereka lebih luas dan sangat panjang usianya. Pengetahuan mereka lebih luas dan sangat panjang usianya.
Manakala Ifrit pula adalah daripada golongan Jin yang sangat kuat dan bijak menipu serta sangat busuk hati terhadap manusia. Sedangkan Ifrit pula adalah dari golongan Jin yang sangat kuat dan bijak menipu dan sangat busuk hati terhadap manusia. Golongan ini tersangat sombong lagi amat durhaka kepada Allah. Golongan ini tersangat sombong lagi amat durhaka kepada Allah.

Iblis dan Syaitan juga terdiri daripada golongan Jin dan mereka merupakan golongan Jin yang sangat sombong lagi durhaka, pengacau dan menjadi musuh utama manusia dan mendapat kutukan Allah sehingga ke hari kiamat. Iblis dan setan juga terdiri dari golongan Jin dan mereka merupakan golongan Jin yang sangat sombong lagi durhaka, pengacau dan menjadi musuh utama manusia dan mendapat kutukan Allah sampai ke hari kiamat.
Sebagaimana Firman Allah yang bermaksud : Sebagaimana Firman Allah yang artinya:

" Iblis menjawab : Sebab engkau telah menghukum saya dengan tersesat, saya akan menghalang halangi mereka dari jalan Mu yang lurus. Kemudian saya akan mendatangani mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Engkau tak akan mendapati kebanyakan dari mereka bersyukur ( taat )." "Iblis menjawab: Sebab engkau telah menghukum saya dengan tersesat, saya akan menghalang halangi mereka dari jalan Mu yang lurus. Kemudian saya akan mendatangani mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Engkau tak akan menemukan kebanyakan dari mereka bersyukur ( taat). "
Sesetengah ulama berpendapat bahawa Azazil itu bukanlah moyang Jin, sebenarnya beliau merupakan satu Jin yang paling abid dan alim di kalangan Jin yang di angkat menjadi ketua ahli-ahli ibadat kepada Jin dan Malaikat. Beberapa ulama berpendapat bahwa Azazil itu bukanlah moyang Jin, sebenarnya ia merupakan satu Jin yang paling abid dan alim di kalangan Jin yang di angkat menjadi ketua ahli-ahli ibadah kepada Jin dan Malaikat. Dia menjadi angkuh dan takbur di atas keilmuan, ketakwaan dan banyak beribadat serta asal usul kejadiannya berbanding dengan manusia ( Adam ). Dia menjadi angkuh dan takabur pada keilmuan, ketakwaan dan banyak beribadat serta asal usul kejadiannya dibandingkan dengan manusia (Adam). Maka dengan sifat beliau yang sombong itu Allah telah melaknatnya menjadi kafir dengan nama Iblis. Maka dengan sifat beliau yang sombong itu Allah telah melaknatnya menjadi kafir dengan nama Iblis.

Bermula dari saat itulah Iblis melancarkan gerakan permusuhan dengan manusia sehingga ke hari kiamat. Mulai dari saat itulah iblis melancarkan gerakan permusuhan dengan manusia sehingga ke hari kiamat.

Allah telah menjelaskan bahawa terdapat tiga jenis permusuhan dilakukan oleh Jin ke atas manusia iaitu :- Allah telah menjelaskan bahwa ada tiga jenis permusuhan dilakukan oleh Jin ke pada manusia yaitu: -

Melalui Kejahatan ( As-Suu' ) : iaitu berkenan dan gemar kepada dosa-dosa dan maksiat hati dan segala anggota tubuh badan. Melalui Kejahatan (As-Suu '): yaitu berkenan dan gemar kepada dosa-dosa dan maksiat hati dan segala anggota tubuh.
Kekejian ( Al-Fahsyaa' ) : iaitu kejahatan yang lebih buruk dan jahat lagi. Kekejian (Al-Fahsyaa '): yaitu kejahatan yang lebih buruk dan jahat lagi. Kekejian ini adalah sebahagian daripada perkara yang membawa kepada kedurhakaan dan maksiat kepada Allah. Kekejian ini adalah sebagian dari hal yang membawa kepada kedurhakaan dan maksiat kepada Allah.
Melalui pembohongan dan menipu Allah melalui perbuatan, perkataan dan nawaitu.

Kisah Supranatural Keramat Pamijahan

Goa Safar Wadi

Syech Abdul Muhyi adalah tokoh ulama legendaris yang lahir di Mataram tahun 1650. Ia tumbuh dan menghabiskan masa mudanya di Gresik dan Ampel, Jawa Timur. Ia pernah menuntut ilmu di Pesantren Kuala Aceh selama delapan tahun. Ia kemudian memperdalam Islam di Baghdad pada usia 27 tahun dan menunaikan ibadah haji.
Setelah berhaji, ia kembali ke Jawa untuk membantu misi Sunan Gunung Jati menyebarkan agama Islam di Jawa Barat. Awalnya Abdul Muhyi menyebarkan Islam di Darma, Kuningan, dan menetap di sana selama tujuh tahun. Selanjutnya, ia mengembara hingga ke Pameungpeuk, Garut Selatan, selama setahun.
Abdul Muhyi melanjutkan pengembaraannya hingga ke daerah Batuwangi dan Lebaksiuh. Setelah empat tahun menetap di Lebaksiuh, ia bermukim di dalam goa, yang sekarang dikenal sebagai Goa Safarwadi, dengan maksud untuk mendalami ilmu agama dan mendidik para santrinya.
Keberadaan Goa Safarwadi ini erat kaitannya dengan kisah perjalan Syech Abdul Muhyi. Dikisahkan, pada suatu saat ia mendapat perintah dari gurunya yakni Syekh Abdul Rauf Singkel (dari Kuala Aceh), untuk mengembangkan agama Islam di Jawa Barat bagian selatan sekaligus mencari tempat yang disebutkan dalam ilham dengan sebuah gua khusus sebagai tandanya.
Setelah melalui perjalanan yang sangat panjang dan berat, pada suatu hari ketika sedang asyik bertafakkur, memuji kebesaran Allah, Syech Abdul Muhyi tiba-tiba menoleh ke arah tanaman padinya, yang didapati telah menguning dan sudah sampai masanya untuk dipanen.
Konon, setelah dipanen, hasil yang diperoleh ternyata tidak kurang juga tidak lebih atau hanya mendapat sebanyak benih yang ditanam. Mengetahui hal ini ia menjadi sangat terkejut sekaligus gembira, karena itu adalah pertanda bahwa perjuangannya mencari gua sudah dekat.
Upaya pertama untuk memastikan adanya gua yang dicari dan ternyata berhasil ini, dilanjutkan dengan cara menanam padi kembali di lahan sekitar tempat tersebut. Sambil terus berdoa kepada Allah SWT upaya ini pada akhirnya juga mendapatkan hasil. Padi yang ditanam, berbuah dan menguning, lalu dipetik hasilnya, ternyata menuai hasil sama sebagaimana yang terjadi pada peristiwa pertama. Hal ini semakin menambah keyakinan Syech Abdul Muhyi bahwa di tempat itulah (di dalam gunung) terdapat gua yang dicarinya.
Suatu hari ketika sedang berjalan ke sebelah timur gunung tersebut, sambil bermunajat kepada Allah SWT, Syech Abdul Muhyi tiba-tiba mendengar suara air terjun dan kicauan burung-burung kecil dari tempat tersebut. Ia kemudian melangkah turun ke tempat di mana suara itu berada, dan di sana ia melihat sebuah lubang besar yang ternyata sesuai dengan sifat-sifat gua yang cirri-cirinya telah ditunjukkan oleh gurunya.
Seketika itu juga terangkatlah kedua tangan Syekh Abdul Muhyi, menengadah ke atas sambil mengucap doa sebagai tanda syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan pertolongan pada dirinya dalam upaya menemukan gua yang dicari.
Peristiwa penemuan gua ini terjadi pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal, tahun 1111 H/1690 M, setelah perjuangan berat dalam mencarinya selama kurang lebih 12 tahun. Usia Syech Abdul Muhyi sendiri pada waktu itu adalah genap 40 tahun. Dan gua tersebut pada nantinya akan dikenal dengan nama Gua Pamijahan.
Gua Pamijahan terletak di sebuah kaki bukit yang sekarang dikenal dengan sebutan Gunung Mujarod (bukan Mujarob seperti yang pernah ditulis Idris Nawawi dalam Majalah ini – Red). Nama ini diambil dari kata bahasa Arab yang berarti “tempat penenangan” atau dalam bahasa Sunda disebut sebagai; tempat “nyirnakeun manah”, karena Syech Abdul Muhyi sering melakukan taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah) di dalam gua tersebut.
Gua Pamijahan ini pada dasarnya memiliki makna khusus dalam perjalanan dakwah dan spiritual Syech Abdul Muhyi. Penemuan dan keberadaan gua ini seolah menjadi simbol yang menandakan bahwa perjalanan spiritual Syech Abdul Muhyi telah mengalami puncaknya. Selain itu, selalu terdapat makna dan fungsi khusus dalam setiap hal yang terhubung secara istimewa dengan tokoh yang menjalaninya.
Hal ini bisa dipahami karena seperti yang diungkapkan oleh Martin Van Bruinessen, bahwa para tokoh sejarah Islam di nusantara khususnya, biasa melakukan pendekatan supranatural dalam rangka meningkatkan kharisma mereka. Gua besar di Pamijahan (Tasikmalaya Selatan) sebagai tempat Syech Abdul Muhyi melakukan ‘riyadhah spiritual’, dan salah satu pusat penyebaran tarekat Syathariyah di Pulau Jawa adalah contoh dari hal tersebut.
Para juru kunci di tempat ini bahkan menunjukkan sebuah lorong sempit yang konon dilalui oleh Syech Abdul Muhyi untuk pergi ke Makkah setiap Jum’at. Sementara itu di Cibulakan (Pandeglang-Banten) misalnya, juga terdapat sebuah sumur yang konon berhubungan dengan sumber air zam-zam di Makkah. Menurut riwayat, Maulana Mansyur, yang diyakini sebagai wali, yang dimakamkan di Cikaduwen, pulang dari Makkah melalui sumber mata air zam-zam dan muncul di sumur ini.
Ringkasnya, hingga saat ini masih ada “kyai” di Jawa, yang menurut para pengikutnya yang paling fanatik, setiap Jum’at secara gaib pergi sembahyang di Masjidil Haram. Semua ini juga menandaskan perihal lain, yakni kuatnya peranan haji dan Makkah serta hubungannya dengan tradisi spiritual sebagai legitimasi kekuasaan atau keilmuan seseorang, dalam pandangan orang Jawa.
Di lingkungan kekeramatan Pamijahan sendiri terdapat beberapa kisah yang mengandung pengertian di atas. Satu kisah yang sering beredar menyebutkan bahwa, konon Syech Abdul Muhyi bersama Maulana Mansyur dan Ja’far Shadiq sering shalat di Makkah bersama-sama lewat Gua Pamijahan. Ketiga orang itu memang dikenal mempunyai ikatan persahabatan yang sangat erat.
Kisah supranatural lain di lingkungan kekeramatan Pamijahan adalah kisah yang menjadi muasal diharamkannya merokok di lingkungan tersebut. Menurut kepercayaan masyarakat, pada suatu hari Syech Abdul Muhyi dan Maulana Mansyur berada di Makkah hendak pulang ke tanah Jawa, keduanya kemudian berunding tentang pemberangkatan bahwa siapa yang sampai lebih dulu di Jawa, hendaklah menunggu salah seorang yang lain di tempat yang telah ditentukan.
Lalu berangkatlah kedua sahabat tersebut dengan cara masing-masing, yakni; Syeikh Maulana Mansyur berjalan di atas bumi sedangkan Syech Abdul Muhyi di bawah bumi, keduanya sama-sama menggunakan kesaktiannya.
Namun, ketika Syech Abdul Muhyi sedang berada dalam perjalanan di bawah laut, tiba-tiba ia merasa kedinginan, lalu berhenti sebentar. Sewaktu hendak menyalakan api dengan maksud untuk merokok, tanpa disangka muncul kabut yang membuat sekelilingnya jadi gelap. ia terpaksa berdiam diri menunggu kabut tersebut menipis sambil merokok. Namun kabut itu ternyata semakin menebal. Akhirnya ia teringat bahwa merokok itu perbuatan yang makruh (dibenci Allah). Maka seketika itu juga ia merasa berdosa dan segera bertaubat kepada Allah SWT. Bersamaan dengan itu kabut pun menghilang, dan akhirnya ia bisa berangkat lagi meneruskan perjalanannya.
Mulai saat itulah Syech Abdul Muhyi menjauhkan diri dari merokok, bahkan bisa dikatakan mengharamkan rokok untuk dirinya. Sedang kepada keluarga dan pengikutnya, ia hanya melarang mereka merokok sewaktu di dekat dirinya.
Oleh karena itu, di daerah Pamijahan ada tempat tertentu yang dilarang secara adat untuk merokok, khususnya tempat yang berada di sekitar makam Syech Abdul Muhyi. Adapun batas-batas wilayah larangan merokok antara lain: sebelah timur daerah Kaca-Kaca, sebelah barat jalan yang menuju ke gua dimulai dari masjid Wakaf, sebelah selatan dimulai dari makam Dalem Yudanagara (+ 300 m) dari makam Syech, sedang sebelah utara (±300 m) dari makam Syech, yaitu jalan umum yang menuju ke Makam Eyang Abdul Qohar di Pandawa.
Singkat kata, wilayah-wilayah dengan batasan yang telah ditentukan tersebut adalah daerah larangan merokok menurut adat yang berlaku.
Kisah-kisah semacam ini tidak akan dibahas lebih jauh. Yang perlu direnungi adalah hikmah yang berada di baliknya. Sebab, setiap cerita yang ada pada dasarnya menunjukkan keluasan ilmu, keluhuran pribadi dan kemuliaan pengabdian Syech Abdul Muhyi kepada masyarakat dalam perjuangannya mengajarkan prinsip-prinsip Islam dan menjauhkan mereka dari bentuk-bentuk kepercayaan yang sesat.
Pamijahan sendiri pada dasarnya adalah nama sebuah kampung yang letaknya di pinggir kali, sehingga ia merupakan tempat yang menguntungkan karena masyarakat sekitar dapat mengolahnya untuk mengembang-biakkan ikan, akan tetapi kondisi ini juga bisa sebaliknya, yakni kadang-kadang membawa bencana, seperti banjir yang melanda daerah tersebut beberapa waktu yang lalu. Peristiwa ini membuat banyak rumah yang hanyut karena tidak kuat menahan banjir. Oleh karena itu pula, bangunan-bangunan yang sekarang masih ada dan terletak di tepi sungai harus dibuat permanen.
Pamijahan termasuk ibu kota Desa di Wilayah Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat. Sebelum Syech datang ke Pamijahan, sudah ada kampung yakni daerah Bojong, wilayah Sukapura, terletak di sebelah Timur Laut dari kampung Pamijahan sekarang, yang kini dikenal dengan nama Kampung Bengkok. Di sana terdapat makam Dalem Sacaparana, mertuanya Syech Abdul Muhyi.
Adapun kata “Pamijahan” adalah nama baru, di masa hidup Syech Abdul Muhyi sendiri nama tersebut belum dikenal. Wilayah ini disebut oleh Syech Abdul Muhyi dengan istilah Safar Wadi. Nama ini diambil dari kata Bahasa Arab, yakni: safar yang berarti “jalan” dan wadi yang berarti “lembah”. Jadi, Safar Wadi adalah jalan yang berada di lembah. Hal ini disesuaikan dengan letaknya yang berada di antara dua bukit di pinggir kali.
Namun sekarang Safar Wadi dikenal juga dengan nama Pamijahan, karena banyak orang yang berdatangan dari pelosok Pulau Jawa secara berduyun-duyun, laksana ikan yang akan bertelur (mijah). Karena itu nama Safar Wadi kemudian berganti menjadi Pamijahan, sebab mempunyai arti yang hampir mirip dengan tempat ikan akan bertelur, dan bukan berarti tempat “pemujaan”.
Goa Safarwadi merupakan salah satu tujuan utama peziarah yang berkunjung ke Pamijahan. Panjang lorong goa sekitar 284 meter dan lebar 24,5 meter. Peziarah bisa menyusuri goa dalam waktu dua jam. Salah satu bagian goa yang paling sering dikunjungi adalah hamparan cadas berukuran sekitar 12 meter x 8 meter yang disebut sebagai Lapangan Baitullah. Tempat itu dulu sering dipakai shalat oleh Syech Abdul Muhyi bersama para santrinya.
Di samping lapangan cadas itu terdapat sumber air Cikahuripan yang keluar dari sela-sela dinding batu cadas. Mata air itu terus mengalir sepanjang tahun. Oleh masyarakat sekitar, air itu dipopulerkan sebagai air “zam-zam Pamijahan.” Air ini dipercaya memiliki berbagai khasiat. Menjelang Ramadhan, para peziarah di Pamijahan tak lupa membawa botol air dalam kemasan, bahkan jerigen, untuk menampung air “zam-zam Pamijahan” itu. Dengan minum air itu, badan diyakini tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa.
Syech Muhyi ini disebut juga oleh bangsa wali lainnya dengan gelar A’dzomut Darojat, yang artinya “orang yang mempunyai derajat agung.” Bercerita tentang derajat kewaliyan, tentu kita hanya paham atau mengerti secara sepintas, bahwa yang disebut derajat seperti ini hanya ada di zaman Wali Songo. Sebenarnya pemahaman seperti ini tidak benar, karena derajat Waliyulloh akan terus mengalir hingga sampai pada akhir zaman sebagai sunnaturrosul.
Syech Abdul Muhyi dalam sejarah hidupnya adalah seorang yang zuhud, pintar, sakti dan terkenal paling berani dalam memerangi musuh Islam. Namun semua itu adalah masa lalu dan kini hanya tinggal kenangan belaka. Hanya saja walau ia sudah ratusan tahun telah tiada, namun rohmat serta kekeramatannya masih banyak diburu, terutama oleh para peziarah yang minta berkah lewat wasilahnya.

Aneka Tanaman Penolak Santet

 

ilustrasi

Khasiat tanaman untuk menolak santet atau kekuatan negatif dari radiasi gaib berasal dari aroma dan aura yang dimiliki atau dikeluarkannya. Berikut ini, beberapa macam tanaman yang selama ini kita kenal memiliki aura penangkal ilmu hitam. Namun, sebagian harus diperhatikan letak tanamannya agar aura yang dimiliki bisa melindungi pemilik rumah.

MAWAR

Bunga lambang cinta yang batangnya penuh duri ini mempunyai kekuatan menyerap hawa-hawa negatif, termasuk menangkal serangan santet. Hawa negative yang berhasil diserapnya akan langsung dibuang ke dalam tanah. Tapi sebaiknya jangan ditanam di depan rumah. Karena bila ditanam di depan rumah, hawa negatif yang sudah dimasukkan tanah, dikhawatirkan akan dilangkahi atau dilewati penghuni rumah. Bila ini terajdi, si penghuni rumah bisa terkena bencana.

KAKTUS

Tanaman yang biasa tumbuh di daerah kering ini mempunyai kekuatan sama dengan mawar; mampu menangkal santet dan hawa-hawa negatif lain. Namun kekuatan ini hanya bisa keluar bila ia ditanam atau ditaruh di luar rumah; di belakang, di depan, atau di samping. Bila diletakkan di dalam rumah, bukan kekuatan penolak santet yang keluar, tapi justru bisa menolak datangnya rejeki.

PINANG MERAH

Tanaman dengan nama ilmiah cyrtostachys lakka ini, juga dipercaya dapat menolak serangan black magic semacam santet yang ditujukan pada penghuni rumah.

KEMUNING JAWA

Tanaman yang memiliki nama ilmiah Murraya Paniculata ini juga diyakini mampu menolak kekuatan black magic. Selain itu, di dunia obat tradisional, tanaman yang bunganya mirip bunga melati ini biasa digunakan untuk mengobati bisul, rematik, memar, sakit gigi, radang buah zakar, infeksi saluran kencing, dan beberapa penyakit lainnya.

TEBU WULUNG

Sama seperti pinang merah dan kemuning jawa, ditanam dimanapun, tebu yang kulit batang sampai daunnya berwarna hitam ini dapat menangkal ilmu-ilmu hitam yang mengancam penghuni rumah. Karena tuahnya, beberapa paranormal biasanya menggunakan tanaman bernama latin Saccharum officniarum ini sebagai media penyembuhan.

POHON SERUT

Pohon yang menjadi salah satu favorit penggemar bonsai ini dapat menghilangkan niat jahat yang mengancam penghuni rumah. Ditanam di bagian rumah manapun, khasiat Camona retusa tersebut akan muncul.

Selain 6 tanaman di atas, ada beberapa tanaman lain yang yang memiliki aura hamper serupa; bisa mengusir dan mendinginkan hawa ‘panas’. Bahkan bias mengusir binatang berbisa dan ancaman maling.

JAMBU DERSONO

Pohon jambu sejenis jambu air ini memiliki aura yang sangat kuat. Bahkan karena saking kuatnya aura yang dikeluarkan, tanah yang semula ‘panas’, bila ditanami tanaman ini akan berubah menjadi ‘hoki’. Aura yang dimiliki juga bisa mendatangkan rejeki bagi pemiliknyaatau penghuni rumah dimana dia ditanam. Di beberapa kraton, tanaman bernama latin Eugenia malaccencis ini juga  menjadi simbol ‘kadersan sih ing sesama’, menggambarkan aksih dan cinta satu sama lain.

COCOR BEBEK

Dari auranya, tanaman yang mempunyai nama latin Kalanchoe pinnata ini mempunyai kekuatan hampir sama dengan jambu dersono; bisa mendinginkan tanah yang ’panas’. Di beberapa daerah, cocor bebek biasa dipakai untuk obat sakit kepala, batuk, sakit dada, borok, dan beberapa jenis penyakit kulit lain, demam, luka, memperlancar haid, serta obat bisul.

POHON TANJUNG

Tanaman yang daunnya mirip daun beringin dan berbuah mirip melinjo ini telah sejak lama dipercaya mampu mengusir gangguan ular berbisa. Pohon bernama ilmiah Mimusopselengi ini juga mempunyai makna agar selalu ‘disanjung-sanjung’ selalu.

BAMBU KUNING

Selain sebagai penghias taman atau pagar rumah, keluarga bambo kuning yang bernama ilmiah bambusa vulgaris ini juga dipercaya mampu menolak maling atau pencuri.

Lima jenis jin yang perlu kita ketahui

image

Sesungguhnya tidaksemua jin itu setan, tetapi setan adalah bagian dari jin yang ingkar terhadap perintah ALLAH SWT. Sebagaimana layaknya manusia, jin adalah makhluk Allah yang acapkali benar dan salah, ada yang muslim dan ada pula yang non muslim, berkelamin jantan dan betina, begitulah seterusnya. Bahkan jin pun berketurunan, berkebudayaan dan peradaban yang konon katanya peradaban jin jauh lebih maju disbanding manusia.
Dalam sebuah kitab yang menerangkan tentang jin, dijelaskan ada 5 macam jenis jin
1. AL-JAN
Jenis yang pertama ini adalah pengertian jin secara umum, yaitu jenis jin yang berpotensi seperti layaknya manusia. Jin ada yang berkelamin jantan adapula yang betina, ada jin yang muslim adapula yang non muslim, jin juga membutuhkan makan,minum, tidur, bersenggama dan sebagainya. Walhasil jin pada kategori JAN tidak bedanya dengan manusia pada kategori al-insan.
2. AL-A’MIR
Acapkali disuatu tempat, dikamar mandi, dirumah atau dimanapun ada suara atau bunyian yang menirukan perbuatan manusia. Seperti halnya ada suara orang wudhu atau orang mandi, padahal dikamar mandi tersebut tidak ada siapa-siapa. Hal ini boleh jadi adalah perbuatan jin pada kategori AL-A’MIR. Maka tidak jarang orang menyebutnya sebagai setan tek-tek. Karena memang jenis jin ini suka meniru-nirukan perbuatan atau kebiasaan manusia, dengan maksud menakut-nakuti. Al-A’mir juga terkadang mengikuti orang yang sedang membaca , bernyanyi dan sebagainya atau mengikuti orang yang sedang shalat dibelakangnya. Meskipun demikian kita tidaklah usah takut, karena boleh jadi dia tidaklah jahat, hanya karena ingin menjadi mak’mum atau ingin belajar membaca atau menyanyi.
3. AL-IFRIT
Ifrit adalah jenis jin yang berpotensi sebagai pembantu ataupun khodam bagi manusia. Dalam hal ini ada ifrit yang muslim dan baik, yang tentunya bisa menjadi khodam pada manusia-manusia yang muslim dan baik pula. Adapula ifrit yang berprilaku jahat dan kafir yang dimanfaatkan oleh para tukang sihir dan dukun, seperti ifrit-ifrit yang bekerjasama dengan pesihir terkemuka luar negeri pada segitiga Bermuda “ David Caverfil”
4. AL-ARWAH
Jenis jin yang keempat inilah yang sering dan biasa menggoda manusia, terkadang al-arwah menjelma dirinya sebagai orang tua kita yang telah meninggal atau sebagai dedemit dan sebagainya. Sehingga dapat mengelabuhi sebagaian masyarakat kita dan menakut-nakuti mereka yang memang mempercayainya. Sebenarnya jenis jin al-arwah ini termasuk golongan jin yang sangat kuat dan sangat nakal. Disebutkan paling kuat karena mereka dapat menjelma dirinya menjadi apa saja dengan mengerahkan kekuatan ilmu yang dimilikinya dan disebut nakal karena sering menggoda dan menakut-nakuti manusia. Jika diibaratkan manusia, maka jenis jin dari golongan Al-arwah semacam preman yang sukausil terhadap masyarakat setempat dan terutama kepada perempuan-perempuan yang lewat dijalanan.
5. AS-SYAITON
Berbeda dengan al-arwah, as-syaiton adalah jenis jin yang selalu menggoda manusia dari segi keimanan, kerohanian dan kejiwaan. As-syaiton sangat berbahaya dibanding jenis jin lainya, karena as-syaiton dalam merasuk kedalam hati manusia untuk membisikan kekafiran, keingkaran dan kejahatan. Dalam surat an-naas dijelaskan bahwasanya bukan hanya jin jahat dan ingkar yang termasuk dalam golongan as-syaiton, manusia yang yang berprilaku dzolim dan lacutpu termasuk dalam kategori ini. Mengenai hal ini ada sebagaian ulama yang berpendapat bahwa setan adalah sebuah sifat jahat daripada manusia dan jin. Jadi kesimpulanya adalah setan bukanlah merupakan wujud atau benda, melainkan sebuah sifat atau perbuatan.


Jin Tembesu Penyangga Langit

ilustrasi: jin tembesu

Ngantuk, hal itulah yang kualami saat jin bertubuh besar itu datang. Suara burung malam terus mengiang sementara hujan turun dengan lebat. Hewan berkoak itu bertengger di atas pohon tembesu tua di atas kepalaku menghindari derasnya angin. Mahluk misterius itu berdiri kaku dengan jarak lima meter dari tempatku duduk bersila. Kebesaran tubuhnya hampir menutupi seluruh ruang pandangku ke arah depan. Suara yang mencuat dari mulut jin itu mirip sekali dengan suara singa Afrika. Dia menggerung seperti Raja Rimba yang sedang menguak amarah. Sementara tubuhku gemetar dan jantungku pun berdetak cepat.

“Jangan takut, tenangkan hatimu, lalu katakan pada nya, kau meminta apa malam ini. Tapi ingat, jangan salah sebut permintaan. Jika salah, salah pula yang yang akan didapat nanti!” desis Mbah Kamil Karsono, guru spiritualku, paranormal yang membimbingku masuk hutan Alas Lubuk, tempat di mana bermukimnya Jin Tembesu, tempat di mana kami melakukan ritual pemberdayaan mahluk gaib Setan Putih.
Dingin, sekujur badanku tiba-tiba menjadi dingin. Selain terguncang rasa takut kepada Jin Tembesu, hujan es juga mempengaruhi suhu 25 derajat selsius. Belakangan memang wilayah Tanjungsakti, Sumatera Selatan, sangat rawan turun hujan es. Batu-batu es kecil mengguyur bumi dan akan terasa pedih jika batu es itu menimpa wajah. Hal itu akan dialami oleh siapapun yang akan terkena, termsuk aku. Tapi anehnya, hal itu tidak bagi Mbah Kamil Karsono. Seumur hidupnya, Mbah Kamil Karsono tidak pernah mempan terguyur hujan. Walau pun dia seumur hidup tidak pernah menggunakan payung saat hujan, tapi air dari langit itu tidak pernah mampu menyentuh tubuhnya. Walau tanpa payung saat hujan, tapi di atas tubuhnya hujan terhenti begitu saja, bahkan air itu menghindari untuk tidak mengenai dirinya. Begitu juga saat panas terik matahari di siang hari, hawa panas dan sinar mentari tak pernah mampu menyentuh tubuhnya. Jika dia sedang berjalan di tengah gurun yang panas, maka di atas kepala Mbah Kamil Karsono seperti ada payung yang melindunginya, padahal payung yang dimaksud tidak ada sama sekali.
Mbah Kamil Karsono adalah seesorang yang rendah hati dan jauh dari sikap angkuh pada siapapun. Tidak banyak orang tahu tentang kemampuan supranaturalnya karena sifatnya yang rendah hati dan sederhana itu. Bahkan bila ditanya dia selalu menghindari tentang kemampuan dirinya, tentang kelebihan pribadinya yang sesesungguhnya sakti mandraguna itu. “Saya ini tidak punya ilmu apa-apa, tidak punya kelebihan apa-apa dan tidak bisa apa-apa kecuali mencangkul tanah dan bertani!” desisnya, santai, bila ditanya oleh orang-orang yang kepingin tahu tentang dirinya. Mbah Kamil bahkan sering mengalihkan pembicaraan dan perhatian lawan bicaranya bila mengajaknya bebicara tentang supranatural. Dia lebih senang berbicara tentang pupuk, pestisida dan bibit serta hasil pertanian sayuran yang digarapnya di tanah persawahan warisan orangtuanya di Tanjungsakti itu.
Miskin, memang begitulah yang dilihat orang bila menyaksikan keadaan rumah tangga Mbah Kamil Karsono. Mbah Kamil tidak punya keturunan dan istrinya, Mbah Karsiah, sudah meninggal dua puluh tahun yang lalu. Makam Mbah Karsiah letaknya tidak jauh dari gubuk Mbah Kamil dan makam istrinya tercintanya itu dibangun dari batu alam mirip sebuah goa. Setiap hari Mbah Kamil pergi ke makam dan berdoa selama dua jam untuk istrinya yang semasa hidup sangat setia mendampingi Mbah Kamil yang miskin. Saat itulah aku dengan sabar menunggu serta membantu Mbah bertani, memotong pisang, menyirami sayur bayam, katuk dan kangkung yang ditanamnya. Bahkan aku juga yang membawa sayur Mbah Kamil ke pasar Indrajaya untuk dijual pada penadah langganannya. Dari hasil bumi pertanian kecilnya, Mbah Kamil tidak pernah kekurangan makan dan papan. Walau rumahnya terbuat dari atas rumbia dan bambu beso dan rotan, tapi rumah bertiang itu sangat nyaman dan tak pernah ada seekor nyamukpun di sana. Nyamuk, lalat, kecoa dan kepinding ternyata dilarang keras oleh Allah Azza Wajalla untuk menghuni di gubuk Mbah Kamil.
Karena kesabaran, ketabahan dan pengabdianlah, maka aku diterima Mbah Kamil sebagai muridnya. Sedangkan proses belajar metafisika ini kujalani dengan waktu yang sangat panjang dan berliku. Papaku mulanya marah besar mengapa aku sering ke rumah dan tidur dengan Mbah Kamil. Bahkan mamaku pernah datang ke Mbah Kamil mencari tahu apa yang aku lakukan di gubuk pinggiran desa dekat hutan Tanjungsakti itu. Tapi setelah bertemu Mbah Kamil, mama yang galak itu, tiba-tiba langsung tunduk dan mencium tangan Mbah Kamil yang sudah berkeriput karena umurnya uang sudah 80 tahun itu. Mama dan papaku yang bekerja sebagai orang Bank di kota itu, akhirnya merestui bahkan mendorongku untuk terus hidup dengan Mbah Kamil Karsono. Maka itu, setiap pulang sekolah, aku langsung membawa buku ke rumah Mbah Kamil dan belajar di gubuk reot tanpa listrik hanya dengan lampu minyak jarak.
Alhamdulillah, selama aku hidup dengan Mbah Kamil, nilai rapor ku selalu tertinggi dan aku selalu mendapat rengking pertama. Hal itulah yang membuat papa dan mamaku terus mendukungku tinggal dengan Mbah Kamil. Tapi sayang, bantuan papa dan mamaku satu genset dan seperangkat alat elektronik lengkap, ditolak oleh Mbah Kamil. Mbah tidak mau ada televisi, ada radia, tape recorder dan VCD di rumahnya. Mbah Kamil ternyata anti pada tehnologi dan ada pesan gaib yang melarangnya untuk bersentuhan dengan elektronik moderen. Mbah Kamil hidup bagaikana masyarakat Badui Dalam, masyarakat adat yang anti pada listri dan tehnologi moderen. Bahkan rumah gubuk Mbah, tidak satupun menggunakan paku. Semua ikatan bambu-bambu itu, dari bahan rotan yang diambil Mbah dari kedal;aman hutan Tanjungsakti sendiri.
Setelah hampir sepuruh tahun aku hidup bersama Mbah Kamil, aku tamat SMA dan harus pergi ke ibukota mengadu nasib. Mbah Kamil sangat sedih atas rencana ku meninggalkannya ini. Tapi rasa galau dan sedih itu ditutupi oleh Mbah Kamil dengan senyuman dan gurauan khasnya. Walau kelihatan sangat berat, tapi Mbah Kamil sangat menyadari bahwa dunia kami berbeda. Mbah berada di dunianya sendiri, dunia spiritual yang tidak begitu perduli hal duniawi, sedangkan aku adalah harus memenuhi tuntutan hidup moderen. Yaitu aku harus bekerja mendapatkan uang banyak untuk keluarga dan untuk membantu papa-mamaku yang sebentar lagi akan pensiun total.
“Mbah merestui kepergianmu merantau jauh ke Jakarta dan hidup dengan duniamu yang baru. Malam jumat kliwon nanti, sebelum kau berangkat, kita menemui saudara gaib Mbah di Otan Tembesu. Bila sudah bertemu, jangan gugup dan jangan panik, katakan permintaanmu, ungkapkan keinginanmu mau apa. Kepingin apa dan mau jadi apa di Jakarta nanti. Insya Allah, saudara gaib Mbah akan memberikan bekal untukmu di rantau orang nanti dan mudah-mudahan Allah senantiasa melindungimu, Nak!” ungkap Mbah.
Setelah sembilan tahun lebih sembilan bulan hidup bersama Mbah, baru kali inilah aku mendapat kesempatan istimewa, yaitu untuk dapat masuk ke alam gaib dalam lingkup kehidupan spiritual Mbah Kamil. Sebenarnya hal inilah yang kutunggu lama, kunanti dan kuharapkan agar selama ini dapat mengetahui apa yang tidak diketahui banyak orang, untuk dapat masuk ke alam yang selama ini tak tersentuh oleh manusia biasa. Syahdan, aku akan tahu kelak tentang apa itu Dunia Jin, apa itu dunia Setan Putih dan dunia gerinjang mahluk halus. Aku sangat percaya Mbah Kamil pakar dalam hal itu, tapi selama itu pula beliau merahasiakannya kepadaku dan menutup rahasia itu dengan rapat. Karena aku akan pergi jauh berpisah dengannya, maka Mbah Kamil terpaksa mengungkap hal itu dan hanya satu manusia, yaitu padaku, Mbah Kamil mempertunjukkannya.
Malam Jumat Kliwon, 3 Desember pukul 23.00 kami berangkat ke Otan Tembesu. Mbah Kamil bersila dan membimbingku dengan beberapa mantra yang dipetik dari Buku Kuno Jalakating dilanjutkan dengan ayat-ayat suci Al Qur’an dari surat tertentu yang berhubungan dengan jin. Aku pun mengikuti dengan penuh konsentrasi bimbingan itu. Beberapa kali Mbah Kamil melakukan sujud di tanah di bawah pohon tembesu tua umur ribuan tahun itu sambil menyebut Allahu Akbar berpuluh kali dan kuikuti semua dengan seksama serta konsentrasi penuh. Tidak kurang dari tiga puluh menit ritual dibuka, tiba-tiba angin deras disertai hujan mengguncang areal lokasi ritual. Dedaunan, dahan dan ranting serta batang kayu terombang ambing dengan dahsyat. Gemuruh suara bayu merubah keadaan tenang menjadi rusuh oleh angin putting beliung. Burung-burung berkicau dan elang burik yang awalnya beterbangan karena kehadiran Mbah Kamil, pergi menjauh entah ke mana. Hewan-hewan malam itu lalu meninggal pohon tembesu tua yang angker dan biasa dijadikan tempat berteduh para perambah hutan daerah Tanjungsakti.
Oh Tuhan, aku terkejut beberapa saat, setelah di hadapanku hadir sosok manusia hitam bertubuh tinggi besar berkepala botak dengan menggerung bagaikan suara singa Afrika. Mbah Kamil dengan tenang menghadapi mahluk gaib dan ajaib itu. Sementara jantungku berdetak kencang, bulukuduk ku spontan meremang dan nyaliku tiba-tiba ciut seketika. “Jangan takut, jangan cemas dan tetaplah tenang pada posisimu duduk!” perintah Mbah Kamil kepadaku. Sedangkan mahluk yang dimaksudkan Mbah Kamil, Sang Jin Tembesu itu berlutut manis kepada Mbah Kamil, lalu duduk rapih untuk menutupi seluruh pohon tembesu yang berdiameter empat ratus senti itu. Seluruh tubuhnya menutupi pohon dan aku tak dapat lagi melihat besarnya pohon tembesu umur ribuan tahun tersebut.
Mbah Kamil berbicara dengan bahasa jin, suatu bahasa yang tidak pernah kudengar sama sekali selama ini. Bukan bahasa daerah, bukan pula bahasa asing dan bukan juga bahasa Arab. Belakangan kuketahui dari Mbah Kamil bahwa bahasa yang dilakukannya itu adalah Bahasa Setan. Tapi setan yang dimaksud adalah bahasa bangsa Setan Putih. Kata Mbah, di dalam kehidupan kelompok jin itu ada yang dinamakan bangsa setan. Bila jin itu jahat, maka jin itu masuk dalam kelompok setan hitam, bila jin itu baik maka jin itu masuk ke dalam grup Setan Putih. Nah, jin yang datang kepada kami malam itu, adalah Jin Tembesu, jin muslim yang bak hati dan masuk dalam golongan Setan Putih.
Mbah Kamil lalu memerintahkan agar aku memperkenalkan diri dan menjabat tangan Jin Tembesu itu. Tangan sebesar tiang jembatan itu kujamah dan rasanya dingin seperti es dan lembut bagaikan kapas sutra. Mbah Kamil mendorongku agar meminta apa yang kuinginkan di rantau nanti dan hendaknya tidak salah menyebut. Memang, sering karena gugup, selama ini banyak orang yang salah menyebut saat betemu jin karena panik. Contohnya minta Sugih Agung, minta kaya raya, eh karena gugup tersebutlah Sugih Idung. Tak ayal, yang meminta Sugih Agung pun akhirnya menjadi Sugih Idung, banyak hidungnya. Tiga hari setelah bertemu jin, maka di wajah orang yang salah meminta itu tumbuh banyak hidung, benjelon-benjolan yang mirip hidung. Orang kampung pun menakamannya manusia seribu hidung. Jadi cacat seumur hidup hanya karena salah ngomong kepada jin.
“Ingat, berbicara yang jelas, minta yang tepat dengan ketenangan hati dan jiwa!” kata Mbah Kamil padaku. Alhamdulillah, karena belakangan jiwaku agak tenang dan berhasil menguasi emosi, maka permintaanku melalui lisan itu benar adanya. Aku meminta menjadi insinyur dan pengusaha konstruksi bangunan yang sukses di ibukota. Pintaku itu didorong oleh permintaan mama dan papaku yang menginginkan aku jadi insinyur dari perguruan tinggi ternama Jakarta dan menjadi usahawan konstruksi top di ibukota. Setelah permintaanku itu diucapkan, Mbah Kamil memeluk aku dan Jin tembesu pun menghilang dalam hitungan detik. Beberasa saat kemudian, hujan reda dan kami beranjak pulang. Sesampainya di gubuk Mbah Kamil, jam di tanganku sudah menunjuk angka 04.00 dinihari. Habis sholat subuh berjemaah, aku pun pulang ke rumah orangtua berpamitan dengan Mbah.
Berangkat meninggalkan orangtua dan Mbahk Kamil, sungguh menjadi suatu beban yang berat bagiku. Tapi aku harus pergi demi masa depanku sebagai manusia biasa, yang tetap hidup layak di antara kerumunan komunitas manusia yang serba materialistik. Mbah Kamil tidak menunjukkan tanda sedih, tapi aku menangis di pelukannya dan Mbah mengusap rambutku dengan membaca Allahu Akbar dan memantrai kepalaku saat menjelang detik-detik kepergianku meninggalkannya. “Yakinlah, bahwa Allah setiap saat melindungimu, Nak. Pergilah dengan kebesaran hati dan kelegaan jiwa dan ingatlah akan Allah Azza Wajalla dan berzikirlah setiap saat. Tuan Tembesu sebagai perantara Allah, akan segera memenuhi cita-citamu dan permintaanmu saat ritual beberapa waktu lalu!” pesan Mbah Kamil, dengan senyumnya yang khas, senyum wisdom, senyum kebijakan seorang sufistik yang anggun dan mempesona.
Allah Maha Pengasih, Allah Maha Penyayang, memberi apa yang kita minta dengan kesungguhan hati. Dan alhamdulillah aku dengan cepat menjadi sarjana dan selalu rengking satu di kampus dengan nilai the best of the best. Dalam waktu empat tahun aku sudah menjadi insinyur dan jadi uasahawan konstruksi bangunan. Kini aku sudah menjadi ahli konstruksi bangunan real estate dan membangun rumah-rumah kelas atas dan apartemen mewah di Jakarta. Bahkan sekarang usahaku berkembang di Vietnam, Laos, Kamboja dan Malaysia. Sesuai pesan Mbah Kamil, aku belum boleh bertemu dirinya sebelum sukses, maka aku mematuhi permintaan guru spiritualku itu.
Setelah enam tahun tidak jumpa dan tidak berkomunikasi, aku yang selama ini sangat merindukan Mbah Kamil, pulang dengan pesawat carteran ke Sumatera Selatan. Bersama mama dan papaku aku pergi ke Tanjungsakti ke rumah Mbah. Kami bertiga kaget setengah mati, ternyata rumah Mbah Kamil sudah tidak ada lagi dan kebunnya pun berantakan dengan ilalang. Ke mana perginya Mbah Kamil? Duh Gusti, tak ada seorang pun yang tahu ke mana perginya Mbah Kamil. Meninggal tidak, hiduppun tidak. Tapi berdasarkan saksi mata warga kampung sesama petani, mengatakan bahwa Mbah Kamil tidak terlihat baru satu tahun belakangan. Terakhir terlihat pergi ke hutan setelah merubuhkan rumahnya dan membakar bambu-bambu dan atap rumahnya itu.
Bersama mama dan papaku juga, aku pergi ke pohon tembesu tempat Setan Putih berdiam. Sesampainya di sana kami tidak menemukan apa-apa. Mama dan papa malah buru-buru minta pulang karena perasaan mereka menjadi gamang. Anehnya, aku tiba-tiba melihat gambar dan sosok utuh Mbah Kamil di pohon tembesu dan guruku itu melambaikan tangannya mengawai-awai agar aku mendekat. Aku memeluk Mbah Kamil dan menangis sejadi-jadinya. Orangtuaku panik, bingung dan hampir menganggapku gila. Mbah Kamil ternyata muksa, dia menghilang di pohon itu dan berdiam di tempat, tidak hidup tidak juga wafat. Berdiam di situ selama-lamanya dalam waktu yang tidak terbatas. Hanya Allah yang tahu dan semua itu sudah ditakdirkan dan diatur oleh AllahAzaza Wajalla. Pemuksaan itu menjadikan aku memahami, bahwa manusia saktimandraguna ini tidak ditakdirkan Tuhan meninggal, tapi tidak juga ditakdirkan untuk hidup lagi. Dia ada tapi sebenarnya sudah tiada. Tapi dari Jin Tembesu aku mendapatkan info gaib, dikatakan bahwa Mbah Kamil menjadi tiang penyangga langit. Langit Sumatera Selatan akan tetap tegak disanggaan tangan Mbah Kamil. Gunung Merapi di Gunung Dempo tidak akan meletus sebelum tangan itu dilepaskan topangannya dari langit Sumsel. Bila tangan itu telah terlepas dan Mbah Kamil sudah meninggal permanen, maka barulah Gunung Merapi di Pagaralam, Lahat, Sumatera Selatan itu meletus dan langitpun menjadi panas, runtuh mencari korban manusia daerah sekitar. Tapi kami semua berdoa, berdoa berharap agar topangan tangan Mbah Kamil ini tak terlepaskan sampai akhir zaman. Dan Gunung Merapi, tanah longsor, banjir, gempa vulkanik, gempa tektonik dan angin puingbeliung serta bencana alam yang ada selama ini, terhenti total. Bukan saja di sumatera selatan, tapi juga di seluruh nusantara kiwari. Amin!****

(Kisah ini terjadi pada Insinyur Agus Septian Muhamad. Henny Nawani mencatat cerita ini untuk duniamaya3)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews